News  

Hijaukan Tambang dan Berdayakan Warga, PT Vale Reklamasi Ribuan Hektare dan Tanam 5,8 Juta Pohon di Luwu Timur

SOROWAKO — Komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan terus diperkuat oleh PT Vale Indonesia Tbk melalui berbagai langkah nyata di bidang lingkungan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Hingga Maret 2026, perusahaan tambang nikel tersebut telah mereklamasi lahan bekas tambang seluas 3.877 hektare atau sekitar 50,09 persen dari total area bukaan tambang mencapai 7.740 hektare.

Langkah reklamasi progresif ini menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk memastikan aktivitas pertambangan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan jangka panjang.

Tidak hanya melakukan reklamasi lahan, PT Vale juga telah menanam lebih dari 5,8 juta bibit pohon lokal di wilayah operasionalnya. Dari jumlah tersebut, lebih dari 80 ribu merupakan pohon kayu hitam atau ebony, salah satu flora endemik Sulawesi yang memiliki nilai ekologis tinggi dan termasuk jenis pohon yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Penanaman pohon lokal ini menjadi upaya penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah degradasi lahan, sekaligus mendukung konservasi keanekaragaman hayati di kawasan Sulawesi yang dikenal memiliki kekayaan flora dan fauna endemik.

Komitmen lingkungan PT Vale juga diwujudkan melalui berbagai program rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. Di wilayah Pulau Bulupoloe, perusahaan melakukan transplantasi terumbu karang sebagai langkah pemulihan habitat bawah laut yang berperan penting bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan mata pencaharian masyarakat nelayan.

Sementara itu, di Desa Pasi-Pasi, PT Vale menjalankan program penanaman mangrove untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari abrasi serta meningkatkan kualitas lingkungan laut.
Yang menarik, berbagai program lingkungan tersebut tidak dijalankan secara sepihak oleh perusahaan, melainkan melibatkan masyarakat lokal secara aktif.

PT Vale mendorong inovasi berbasis komunitas, salah satunya melalui pengembangan media tanam ramah lingkungan yang digunakan dalam rehabilitasi pesisir sebagai pengganti material plastik.Pendekatan ini dinilai tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam agenda keberlanjutan perusahaan.

Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas bisnis perusahaan.

“Keberlanjutan merupakan landasan utama dalam setiap keputusan bisnis kami. Kami memastikan pertumbuhan operasional berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Di sektor sosial dan ekonomi, PT Vale juga terus memperluas dampak positif bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. Hingga saat ini, terdapat 139 UMKM binaan perusahaan yang tersebar di wilayah Sorowako, Wawondula, Wasuponda, dan Malili.

Program pembinaan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha masyarakat, penguatan ekonomi lokal, hingga penciptaan peluang usaha baru yang berkelanjutan. Kehadiran UMKM binaan ini menjadi salah satu bukti bahwa sektor pertambangan dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

Selain itu, melalui program pengelolaan sampah berbasis komunitas, PT Vale bersama masyarakat juga berhasil mereduksi lebih dari 35.378,5 kilogram sampah. Program ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.

Berbagai langkah tersebut memperlihatkan bahwa transformasi industri tambang modern kini tidak lagi hanya berbicara soal produksi dan investasi, melainkan juga tentang bagaimana perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.(*)

banner 728x250