Luwu Timur Siapkan Guru Bertaraf Global, 15 Peserta Terbaik Program Bahasa Inggris Akan Dikirim ke Australia dan Inggris

MALILI– Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai menunjukkan keseriusannya membangun sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pengukuhan program sekolah berbahasa Inggris untuk jenjang SD dan SMP yang dilaksanakan bekerja sama dengan Briton, Rabu (6/5/2026), di Aula Dinas Pendidikan Luwu Timur.

Program ini tidak sekadar menjadi pelatihan bahasa biasa, melainkan bagian dari roadmap besar pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi gelombang investasi dan perkembangan industri modern di Luwu Timur.

Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan, penguasaan bahasa asing kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri berbasis teknologi, termasuk smelter dan industri baterai yang mulai berkembang di wilayah tersebut.

“Luwu Timur sedang bergerak menuju daerah industri modern. Kita tidak ingin anak-anak daerah hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Mereka harus mampu mengambil peran, menjadi tenaga profesional, bahkan menjadi pendamping investasi yang masuk,” ujar Irwan dalam sambutannya.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program tersebut merupakan hasil kolaborasi dan masukan dari berbagai pihak yang selama ini mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Luwu Timur.

“Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan kerja sama yang telah kita lakukan beberapa waktu lalu, serta berbagai masukan tersebut, program ini dapat berjalan dengan baik seperti yang kita laksanakan hari ini,” katanya.

Seleksi Ketat, Tanpa “Ordal”

Bupati Irwan juga menekankan bahwa seluruh peserta yang lolos merupakan hasil seleksi murni tanpa intervensi pihak manapun. Dari total 100 guru Bahasa Inggris tingkat SD dan SMP yang mengikuti tes, hanya 30 orang yang dinyatakan lulus.
Ia bahkan secara khusus menepis adanya praktik titipan atau “orang dalam” dalam proses seleksi.

“Perlu saya tegaskan bahwa pemilihan ini bukan asal pilih. Tidak ada keterlibatan ordal. Ini murni berdasarkan kemampuan dan hasil seleksi. Kita ingin menghasilkan peserta yang benar-benar berkualitas,” tegasnya.

Ketiga puluh peserta terpilih selanjutnya akan mengikuti pelatihan intensif selama empat hingga lima bulan. Setelah itu, akan dilakukan seleksi lanjutan untuk menentukan 15 peserta terbaik yang akan diberangkatkan ke Australia dan Inggris.

CProgram luar negeri tersebut dirancang agar para guru dapat merasakan pengalaman belajar langsung di negara berbahasa Inggris sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi dan metode pengajaran modern.

“Dari 30 peserta, nanti dipilih lagi 15 terbaik untuk belajar langsung di Australia dan Inggris selama kurang lebih satu bulan. Setelah kembali, mereka diharapkan menjadi trainer bagi guru-guru lainnya di Luwu Timur,” jelas Irwan.

Menjawab Tantangan Industri dan Investasi
Langkah Pemkab Luwu Timur ini dinilai sebagai bentuk kesiapan daerah menghadapi perubahan besar di sektor industri dan investasi global.

Kehadiran perusahaan berbasis teknologi dan investasi asing menuntut tersedianya SDM lokal yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi internasional.

Selain Bahasa Inggris, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan pengembangan pelatihan Bahasa Mandarin sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Menurut Irwan, kebutuhan tersebut sangat relevan dengan kondisi Luwu Timur yang menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan industri hilirisasi nikel nasional.

“Kita melihat ke depan. Banyak teknologi dan tenaga ahli dari luar, termasuk dari China. Karena itu kemampuan bahasa menjadi sangat penting agar putra-putri daerah bisa ikut terlibat dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Ia pun meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius karena tidak semua guru memperoleh peluang yang sama.
“Dari 100 peserta, hanya 30 yang lulus. Ini kesempatan yang sangat berharga. Saya yakin tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau belajar dan bersungguh-sungguh,” tambahnya.

Pendidikan Digital Mulai Dikembangkan
Dalam kesempatan itu, Bupati Irwan juga mengapresiasi lahirnya inovasi digital di bidang pendidikan berupa aplikasi yang mampu memetakan kondisi sekolah secara menyeluruh.

Aplikasi tersebut dapat menampilkan data kebutuhan guru, kondisi sarana-prasarana, hingga berbagai kebutuhan sekolah lainnya secara terintegrasi.

Menariknya, aplikasi tersebut merupakan karya anak daerah Luwu Timur yang rencananya akan diluncurkan pada momentum hari jadi daerah.

“Aplikasi ini luar biasa karena bisa membantu pemerintah melihat kondisi sekolah secara detail dan cepat. Ini karya anak daerah yang patut kita banggakan,” ungkapnya.

Di akhir sambutan, Irwan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kehadirannya karena sebelumnya mengikuti agenda bersama Ketua Umum PGRI Pusat terkait seminar perkembangan teknologi pendidikan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Ia berharap seluruh rangkaian program sekolah berbahasa Inggris ini dapat berjalan maksimal dan menjadi tonggak penting kemajuan pendidikan di Luwu Timur.

“Selamat kepada seluruh peserta yang telah lulus seleksi. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat dan berkah bagi daerah yang kita cintai,” tutupnya.(*)

banner 728x250