News  

Masyarakat Asli Lampia Minta LBH Makassar Tarik Diri dari Laoli, Dinilai Jadi Pemicu Provokasi

MALILI — Ratusan warga yang mengaku masyarakat asli Lampia memadati area sekitar Kantor Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, pada Sabtu (1/8/2026). Mereka menyatakan dukungan terhadap percepatan penataan dan pengosongan lahan aset pemerintah kabupaten di Dusun Laoli yang berada dalam kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Selain mendukung investasi PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP), massa menuntut LBH Makassar menghentikan pendampingan di Dusun Laoli. Warga menilai kehadiran lembaga bantuan hukum itu justru memicu ketegangan dan memecah kerukunan masyarakat setempat.

Sejumlah spanduk dibentangkan peserta aksi berisi penolakan terhadap provokasi yang dinilai menghambat investasi. Mereka mengklaim warga Lampia selama ini hidup rukun, namun suasana mulai memanas setelah muncul pendampingan hukum yang dianggap mendorong sebagian pihak bertahan di kawasan aset pemerintah.

“Kami minta LBH keluar dari Laoli. Jangan lagi mengatasnamakan masyarakat Lampia. Kehadiran mereka hanya memecah belah dan menghambat pembangunan yang akan membawa manfaat bagi daerah kami,” ujar salah seorang warga Lampia yang disambut dukungan peserta aksi.

Bagi warga yang hadir, kawasan industri IHIP diharapkan menjadi masa depan Lampia. Investasi yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional itu dinilai mampu membuka banyak lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan memberi peluang usaha bagi masyarakat lokal.

Rukmini (48), warga asli Lampia yang mengaku memiliki lahan garapan di kawasan tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap pengosongan lahan. Ia berharap pembangunan segera berjalan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, termasuk mereka yang selama ini menggantungkan penghidupan dari lahan tersebut.

banner 728x250

banner 728x250