Dari PNPM hingga Desa Mandiri, Program PT Vale Dorong Tabarano Kembangkan Potensi Lokal

LUWU TIMUR — Perjalanan Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, menuju desa yang maju dan mandiri menjadi gambaran bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat memberi dampak jangka panjang.

Di balik perkembangan tersebut, terdapat sosok Rimal Manukallo yang selama lebih dari satu dekade mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam membangun desa.

Pengalaman Rimal dalam pemberdayaan masyarakat telah dimulai sejak dirinya terlibat dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) selama kurang lebih lima tahun. Pengalaman itu kemudian menjadi bekal ketika dipercaya memimpin Desa Tabarano selama dua periode.

Bagi Rimal, pemberdayaan bukan sekadar menjalankan program, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian desa.

Menurutnya, masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian utama dalam proses pembangunan, sehingga berbagai potensi lokal dapat dikembangkan sekaligus menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi desa.

“Untuk memajukan desa yang masih tertinggal, ada beberapa lompatan yang harus bisa kita lewati. Yang paling penting bagaimana melibatkan masyarakat dan bekerja sama dengan stakeholder,” ujar Rimal saat ditemui di ruang kerjanya.

Di bawah kepemimpinannya, sejumlah potensi Desa Tabarano mulai dikembangkan. Mulai dari sektor UMKM, pertanian, perkebunan, peternakan hingga peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu potensi yang kini menjadi perhatian adalah Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta. Lahan yang sebelumnya kurang produktif dikembangkan menjadi kawasan pertanian sekaligus ruang wisata yang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Upaya tersebut juga tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk melalui program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Vale Indonesia di wilayah pemberdayaannya.

Program pemberdayaan tersebut dinilai turut membuka ruang bagi desa dan masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan.

Selain pengembangan sektor ekonomi, Desa Tabarano juga melakukan inovasi dalam pelayanan pemerintahan melalui digitalisasi layanan desa. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi.

Berbagai inovasi dan capaian tersebut kemudian mendapat pengakuan. Rimal pernah meraih penghargaan Program Mitra Desa Mandiri (PMDM) PT Vale Indonesia pada 2019.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan dalam perjalanan pemberdayaan Desa Tabarano yang terus berkembang. Pada 2026, Desa Tabarano kembali mendapat apresiasi melalui Bupati Awards kategori Inovasi Pengelolaan BUMDes.

Rimal mengatakan, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan desa.

“Perjuangannya begitu besar. Dulu Tabarano masih tertinggal, kemudian pelan-pelan berkembang dan maju hingga menuju desa mandiri,” ungkapnya.

Ia menegaskan, perubahan yang terjadi di Desa Tabarano bukan hasil kerja satu pihak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Bagaimana persoalan di desa dapat kita tuntaskan secara bersama-sama. Karena berbagai persoalan dan rintangan yang kami hadapi begitu banyak,” tegasnya.

Perjalanan Tabarano dari desa yang masih menghadapi berbagai keterbatasan menuju desa yang terus mengembangkan potensi lokal menunjukkan bahwa pemberdayaan membutuhkan proses panjang.

Dari pengalaman PNPM, dukungan program pemberdayaan, hingga inovasi yang lahir dari masyarakat desa, Tabarano kini terus memperkuat fondasi menuju desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Bagi Rimal, pembangunan desa pada akhirnya bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemampuan, kesempatan dan kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.(*)

banner 728x250

banner 728x250