MALILI – Kabar baik bagi masyarakat Mahalona Raya dan Loeha Raya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur memastikan pengadaan armada pemadam kebakaran (damkar) untuk dua wilayah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Muh Rivaldi, mengatakan pengadaan unit damkar untuk Loeha Raya telah disepakati dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Insya Allah, tahun 2027 diadakan unitnya untuk Loeha Raya. Ini merupakan kesepakatan kita bersama dinas terkait dengan TAPD Luwu Timur,” kata Rivaldi.
Sementara itu, untuk wilayah Mahalona Raya, pengadaan armada damkar telah lebih dulu dianggarkan pada Tahun Anggaran 2026.
“Alhamdulillah, untuk tahun ini juga 2026 telah dianggarkan pengadaan damkar untuk Mahalona Raya,” ujarnya.
Menurut Rivaldi, keberadaan armada damkar di kedua wilayah tersebut sangat mendesak mengingat beberapa kejadian kebakaran selama ini kerap mengalami keterlambatan penanganan akibat keterbatasan akses dan jauhnya jarak dari pos pemadam.
Loeha Raya yang berada di wilayah seberang Danau Towuti menjadi salah satu daerah yang membutuhkan fasilitas pemadam kebakaran agar respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan lebih cepat.
“Sangat disayangkan kalau terjadi kebakaran lalu lambat ditangani,” tegas legislator asal Kecamatan Towuti tersebut.
Ia menjelaskan, anggaran yang disiapkan untuk pengadaan satu unit mobil damkar diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Dengan terealisasinya pengadaan armada damkar di Mahalona Raya dan Loeha Raya, diharapkan masyarakat memperoleh layanan penanggulangan kebakaran yang lebih cepat sehingga mampu meminimalkan kerugian akibat musibah kebakaran di wilayah tersebut.

