News  

Produksi Naik, Laba Melonjak 32 Persen: PT Vale Perkuat Fondasi Ekspansi 2026

KABAR LUTIM – PT Vale Indonesia Tbk mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025. Produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar 71.311 ton.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dirilis pada Senin (16/3/2026), perusahaan berkode saham INCO ini juga membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan. Laba bersih tercatat sebesar 76,1 juta dolar AS, naik sekitar 32 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 57,8 juta dolar AS.

Kinerja positif tersebut turut didukung oleh peningkatan pengiriman nikel matte. Sepanjang 2025, total pengiriman mencapai 73.093 ton, naik dari 72.625 ton pada 2024. Capaian ini berkontribusi terhadap perolehan EBITDA perusahaan yang mencapai 228,2 juta dolar AS.

Namun demikian, perusahaan tetap menghadapi tekanan dari sisi harga komoditas. Harga realisasi rata-rata nikel matte pada 2025 tercatat sebesar 12.157 dolar AS per ton, turun sekitar 7 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 13.086 dolar AS per ton.

Meski harga mengalami penurunan, pendapatan perusahaan tetap mencatatkan pertumbuhan. Sepanjang 2025, pendapatan mencapai 990,2 juta dolar AS atau naik sekitar 4 persen dibandingkan 950,4 juta dolar AS pada 2024.Peningkatan ini didorong oleh volume pengiriman yang lebih tinggi serta kenaikan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku sejak Juli 2025.

Di sisi lain, perusahaan juga memperluas portofolio bisnis melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Bahodopi dan Pomalaa. Sepanjang tahun, total penjualan bijih saprolit mencapai 2,31 juta wet metric ton (wmt), dengan kontribusi terbesar berasal dari blok Bahodopi yang mencatatkan volume lebih dari 2 juta wmt. Sementara itu, penjualan dari blok Pomalaa masih terbatas karena masih dalam tahap uji coba (bulk sampling test).

Untuk mendukung ekspansi bisnis, PT Vale mengalokasikan belanja modal sebesar 485,9 juta dolar AS sepanjang 2025, meningkat sekitar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 332,1 juta dolar AS. Hingga 31 Desember 2025, posisi kas perusahaan tercatat sebesar 376,3 juta dolar AS.

Sepanjang tahun, perusahaan juga menghadapi sejumlah tantangan operasional, termasuk insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus 2025. Selain itu, pembangunan kembali Furnace 3 telah dimulai pada November 2025 dan ditargetkan rampung pada Mei 2026, guna menjaga kapasitas produksi sekaligus meningkatkan aspek keselamatan operasional.

Memasuki tahun 2026, PT Vale akan memfokuskan pengembangan pada proyek pertambangan dan hilirisasi. Salah satu proyek utama berada di Pomalaa yang kini telah mencapai sekitar 60 persen tahap pengembangan tambang. Sementara itu, proyek pengolahan berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) telah mencapai sekitar 50 persen konstruksi dan ditargetkan mencapai penyelesaian mekanis pertama pada kuartal III 2026.

Perusahaan menilai berbagai langkah strategis tersebut akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan. (*)

banner 728x250