Program Mandalis Luwu Timur Jadi Terobosan Pertama di Sulsel, Bupati Siapkan SDM Lokal Hadapi Investasi Global

MALILI– Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam menegaskan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang mampu bersaing di tengah derasnya arus investasi industri di Kabupaten Luwu Timur.

Komitmen itu diwujudkan melalui Program Mandarin -inggris (Mandalis) tahap pertama yang memberangkatkan 75 peserta untuk mengikuti pelatihan intensif bahasa Mandarin di Kampung Pare, Kediri, Jawa Timur.

Program tersebut disebut sebagai yang pertama di Sulawesi Selatan dan menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menghadapi perkembangan industri smelter dan teknologi baterai yang didominasi investasi asal Tiongkok.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bahri Syam menyampaikan rasa bangga karena Luwu Timur menjadi daerah pertama di Sulsel yang menjalankan program pendidikan bahasa Mandarin secara masif untuk masyarakat dan tenaga pendidik.

“Di Sulawesi Selatan khususnya, baru Luwu Timur yang melaksanakan program seperti ini. Ini merupakan prestasi besar bagi kita semua,” ujar Irwan.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pelatihan bahasa, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk menciptakan tenaga kerja lokal yang siap terlibat langsung dalam dunia industri modern yang berkembang di Luwu Timur.

Ia menjelaskan, perkembangan investasi di sektor hilirisasi nikel dan pembangunan smelter membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan komunikasi internasional, khususnya bahasa Mandarin. Sebab, sebagian besar teknologi industri yang digunakan berasal dari perusahaan Tiongkok.

“Investasi teknologi yang masuk ke Luwu Timur ini rata-rata menggunakan teknologi dari Cina. Pembangunan smelter dan industri baterai dikuasai oleh mereka. Kita tidak ingin terus-menerus tenaga kerja pendamping dibawa dari luar daerah, dari Jawa, Jakarta, bahkan dari Cina. Kita ingin anak-anak lokal bisa mendampingi mereka,” tegasnya.

Program Mandalis tahap pertama memberangkatkan 75 peserta, sementara tahap kedua direncanakan kembali memberangkatkan 75 orang. Selama empat bulan, para peserta akan mengikuti pelatihan bahasa Mandarin secara intensif di Kampung Pare, dengan tambahan pembelajaran bahasa Inggris sebagai pendukung.

Irwan menyebut, keberangkatan peserta juga didukung oleh berbagai perusahaan yang menjadi “bapak angkat” bagi peserta didik melalui bantuan pihak ketiga. Setiap perusahaan disebut mendampingi dua hingga tiga peserta sebagai bentuk kolaborasi dunia industri dengan pemerintah daerah dalam membangun kualitas SDM lokal.

“Kami berharap perusahaan-perusahaan ini menjadi bapak angkat anak-anak kita. Ada satu perusahaan mendampingi dua orang, ada yang tiga orang. Sebagian besar pembiayaan juga didukung pihak ketiga,” katanya.

Bupati juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Ia mengungkapkan bahwa proses seleksi program tidak mudah. Dari sekitar 100 peserta yang mengikuti tes, hanya sekitar 30 orang yang dinyatakan lulus pada tahap tertentu, sementara sisanya masih harus melalui berbagai tahapan lanjutan.

“Tidak gampang ikut program ini. Banyak yang gugur dalam proses seleksi. Karena itu saya berharap yang sudah lulus benar-benar serius mengikuti pembelajaran. Tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau belajar,” ujarnya memberi motivasi.

Irwan menegaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran besar untuk program peningkatan kualitas SDM tersebut. Karena itu, ia berharap para peserta mampu menjadi contoh dan motivasi bagi generasi berikutnya.

“Kalau anggaran besar yang sudah kita keluarkan ini tidak dimanfaatkan dengan baik, tentu sangat disayangkan. Saya berharap peserta yang berangkat nanti bisa menjadi motivator bagi yang lain,” tambahnya.(*)

banner 728x250