MALILI– Ribuan siswa di Kabupaten Luwu Timur kini bisa tersenyum lega. Tak lagi terbebani persoalan seragam sekolah, sebanyak 16.253 paket bantuan resmi tuntas dibagikan oleh pemerintah daerah, menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Bumi Batara Guru.
Program bantuan seragam sekolah ini menyasar peserta didik dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, SD negeri dan swasta, hingga SMP negeri dan swasta. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta memastikan tidak ada siswa yang terhambat mengikuti proses belajar hanya karena keterbatasan perlengkapan sekolah.
Berdasarkan data, bantuan yang telah disalurkan terdiri dari 5.315 paket untuk tingkat PAUD, 5.739 paket untuk siswa SD negeri dan swasta, serta 5.199 paket untuk SMP negeri dan swasta. Program ini didukung anggaran tahun 2025 sebesar Rp8,6 miliar.
Menariknya, seluruh seragam dan topi diproduksi oleh 53 kelompok UMKM lokal di Luwu Timur. Hal ini tidak hanya berdampak pada dunia pendidikan, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Agus Zaman, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar siswa.
“Bantuan berupa pakaian seragam, dasi, topi, tas, kaos kaki hingga sepatu ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Harapannya, tidak ada lagi siswa yang absen hanya karena keterbatasan seragam,” ujarnya kepada wartawan , Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, seluruh bantuan telah rampung didistribusikan pada hari ini dan diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima.
Meski sebagian item seperti kaos kaki, sepatu, dan tas diproduksi di luar daerah, namun pengelolaannya tetap melibatkan UMKM lokal, sehingga nilai manfaat ekonomi tetap dirasakan oleh masyarakat Luwu Timur.
Dengan tuntasnya program ini, pemerintah daerah berharap kualitas pendidikan di Luwu Timur semakin meningkat, sekaligus mendorong semangat belajar para siswa untuk meraih masa depan yang lebih baik.(*)

