Hukrim  

Pelaku Pengeroyokan Masih Bebas Berkeliaran, Keluarga Korban di Burau Kecewa: Laporan Polisi Mandek

FOTO: Korban, Sandi, Warga Desa Burau Pantai jadi korban Pengeroyokan Salah sasaran dari bentrokan antar pemuda Desa Lagego dan Pemuda Dusun Silaja Desa Burau dan mengalami luka serius di bagian kepala

BURAU – Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang warga di Desa Burau Pantai, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Sudah lebih dari dua pekan berlalu, namun penanganan perkara dinilai berjalan lambat. Keluarga korban pun mengaku kecewa lantaran laporan yang telah mereka ajukan ke pihak Polsek Burau belum juga ditindaklanjuti secara maksimal.

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, tepat pada malam takbiran di Desa Lagego berbatasan Desa Burau. Korban, Sandi, warga Desa Burau Pantai yang jadi korban . ia mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus dilarikan ke puskesmas yang berada tidak jauh dari Polsek Burau.

Meski laporan resmi telah dimasukkan sehari setelah kejadian, pihak keluarga menilai penanganan kasus berjalan lambat. Bahkan, para pelaku disebut-sebut masih bebas berkeliaran.

“Kami sudah melapor sehari setelah kejadian usai salat Id, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Pelaku masih bebas berkeliaran, ini yang membuat kami merasa kecewa,” ungkap Taslim, paman korban, Jumat (3/4/2026).

Menurut Taslim, nama dan jumlah pelaku telah disampaikan saat membuat laporan di SPKT Polsek Burau. Namun hingga kini, belum ada satu pun pelaku yang diamankan.

“Beberapa kali saya datangi kantor Polsek untuk mempertanyakan perkembangan kasus. Jawaban Kapolsek justru terkesan lepas tangan, bahkan kami disarankan melapor ke Mapolres,” ujarnya.

Taslim juga menjelaskan bahwa korban tidak mengetahui adanya keributan yang terjadi saat malam takbiran tersebut. Saat itu, terjadi bentrokan antar pemuda dari Desa Lagego dan Pemuda Dusun Silaja Desa Burau

“Ponakan saya tidak tahu ada tawuran. Saat itu sekitar pukul 01.00 dini hari, kemungkinan dikira warga dusun silaja , lalu dipukuli hingga tidak sadarkan diri,” jelasnya.

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas agar para pelaku dapat diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai kasus ini dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan,” tegas Taslim.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Burau belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. (*)

banner 728x250

banner 728x250