WASUPONDA- Pemerintah Desa Ledu Ledu, Kecamatan Wasuponda, resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Pokok Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp3.385.951.122,34 melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar di Aula Kantor Desa Ledu Ledu, Selasa (03/02/2026).
Musyawarah tersebut dirangkaikan dengan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 dan dihadiri Kepala Desa Ledu Ledu beserta jajaran, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Wasuponda, Direktur BUMDes, unsur kesehatan, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda.
APBDes 2026 Desa Ledu Ledu bersumber dari berbagai pos pendapatan, di antaranya Pendapatan Asli Desa (PADes), Dana Desa Tahun Anggaran 2026, Alokasi Dana Desa (ADD), Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Bantuan Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota.
Camat Wasuponda, Alamsyah, dalam sambutannya menekankan pentingnya penyesuaian perencanaan pembangunan desa menyusul berkurangnya alokasi Dana Desa secara signifikan pada tahun anggaran 2026.
“Dana Desa yang sebelumnya berkisar Rp1 miliar, kini hanya sekitar Rp370 juta. Kondisi ini mengharuskan pemerintah desa melakukan perampingan rencana pembangunan. Pengurangan ini merupakan kebijakan nasional karena adanya pengalihan anggaran untuk percepatan pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya.
Meski demikian, Pemerintah Desa Ledu Ledu menegaskan tetap memprioritaskan program-program strategis, khususnya di sektor ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi desa.
Sementara itu, Ketua BUMDes TEPOASO Ledu Ledu, Hendra Tajuddin, memaparkan capaian program ketahanan pangan desa serta pengembangan program unggulan Pemerintah Daerah PANDU JUARA (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera) yang dikembangkan melalui skema desa wisata.
Desa Ledu Ledu diketahui menjadi salah satu penerima Bantuan Keuangan Khusus Pemerintah Daerah dengan potensi unggulan sektor pariwisata. Pada tahun 2026, pemerintah desa merencanakan penyusunan master plan serta pembangunan infrastruktur bisnis pariwisata di Objek Wisata Air Terjun Meruruno Matabuntu.
Melalui musyawarah ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengoptimalkan anggaran yang tersedia demi mewujudkan Desa Ledu Ledu yang unggul, maju, dan sejahtera, meski di tengah keterbatasan fiskal.(*)
