WASUPONDA – Agrowisata Kebun nanas Pondata adalah salah satu dari beberapa program Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Komunitas yang dilaksanakan PT.Vale Indonesia.
Kebun Nanas Pondata binaan PT.Vale ini berada di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Sulawesi -Selatan.
Kebun nanas di wasuponda ini mulai dikenal secara luas , bahkan mengantarkan PT.Vale meraih penghargaan di panggung Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2025 yang diselenggarakan di Bangkok.
PT Vale berhasil menghadirkan praktik tambang berkelanjutan dan mendapatkan pengakuan secara global.
Dalam ajang ini ia meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus, Green Leadership dan Social Empowerment category.
Ia berhasil membuktikan integrasi nilai-nilai keberlanjutan, kepemimpinan hijau, dan dampak sosial secara nyata dalam praktik bisnisnya. dinilai unggul dalam menggabungkan inovasi lingkungan dengan pemberdayaan komunitas secara transformatif.
Dalam Program PONDATA (Pineapple Pathways for Sustainability). PT.Vale berhasil mengubah 10 hektare lahan yang semula tandus, rawan kebakaran dan longsor, menjadi pusat pertanian produktif berbasis agrowisata.
Lahan Kritis Disulap Jadi lahan Produktif
Hasil penelitian pH tanah ini di bawa 4 mengandung (asam) tinggi . ditanah ini tidak ada tanaman produktif yang bisa tumbuh dengan baik sehingga menjadikanya lahan tidur.
Ditangan PT Vale, lahan ini menjadi lahan produktif ditanami sebanyak 26.000 pohon nanas tahun 2023 ) sekarang 30.000 Pohon 2025. dengan perbaikan pH tanah dari 3 menjadi 6,5, Menurunkan kasus kebakaran hutan menjadi nol sejak pertengahan 2023.
Senior Coordinator PTPM Livelihood PT Vale, Sainab Husain Paragay menceritakan awal dimulainya program ini sejak tahun 2022 berkerja sama dengan Desa Tabarano Lewat program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT.Vale.
“Kita menginisiasi program ini berawal dari ide cemerlang dari kepala desa Tabarano yang melihat potensi besar pada lahan-lahan tak produktif di wilayahnya, “kata Sainab
Sainab bilang, sebelum PT.Vale turun, lahan tidur ini hanya ditumbuhi rumput ilalang, bahkan Pemerintah Desa telah banyak menganggarkan untuk Penaggulangan bencana kebakaran.
“Sekarang, lahan yang semula dianggap tidak bernilai kini berubah menjadi pusat pertanian, keberhasilan kebun nanas ini membawa angin segar bagi Pemerintah Desa dan masyarakat Tabarano,”kata Sainab kepada kabarlutim.com saat diwawancarai dilokasi Agrowisata Ponda’ta, Minggu 27 Juni 2025.
Sempat Dicacih, Berhasil Panen Perdana 2.000 Pohon Nanas
Dalam perjalanannya tidak mudah, kita banyak dicacih. sehingga Ada kesan tantangan. Setelah berbuah, hingga panen perdana dari kebun ini membuahkan hasil menggembirakan.
“Banyak tantangan, kita dapat cacihan , tapi ketika panen perdana 2.000 pohon kami bersama kelompok sangat bersyukur sudah ada hasilnya,” ungkap Sainab
Sekarang , PT Vale dan Pemerintah Desa Tabarano saat ini telah fokus untuk Kembali membangun rumah produksi pengelohan Nanas ditempat yang sama diatas lahan seluas 5 hektar.
Tidak hanya menciptakan lapangan kerja, Agrowisata Kebun Nanas Pondata ini juga melibatkan warga dari kelompok rentan, seperti janda dan lansia.
Sekarang Agrowisata Kebun Nanas Pondata binanan PT.Vale ini mengembangkan 5 produk turunan olahan bernilai tambah, keripik, sirup, sambal asin, selai, dan dodol nanas. Menghubungkan masyarakat dengan dinas koperasi, dinas pertanian dan menjadikan potensi wisata lokal.
Berkat Agrowisata Pondata, Tabarano Dari Desa Tertinggal Jadi Desa Mandiri
Kepala Desa Tabarano, Rimal Manuk Allo mengatakan Desa Tabarano dulunya desa tertinggal , memasuki periode ke duanya sekarang Desa Tabarano sudah menjadi desa mandiri.
Diakuinya menjadikan desanya menjadi desa mandiri betul melalui perjuangan, banyak tahap yang dilalui. Hadirnya kemitraan PT Vale melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merubah semuanya.
“Kemitraan PT.Vale dengan Pemerintah Desa Tabarano tentunya membawa kesyukuran, karena apa yang menjadi harapan kami betul terwujud,”kata dia
Seperti yang disampaikan, Lahan kebun nanas ini dulunya merupakan lahan kritis dan sering kebakaran, karena area disini adalah wilayah yang tanahnya mengandung silika.
Kalau kebakaran itu kami pemerintah sangat was-was dan kami harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.
“Untuk itu kami sangat bersyukur berkat kerja sama dengan PT Vale Agrowisata perkebunan ini mulai berkembang dan dikenal secara luas, ekonomi masyarakat juga bertambah,”kata dia.

Dikelola Bumdes, Potensi Kebun Nanas Pondata Siap -Siap Dapat Untung Besar
Ketua kelompok Pondata Tabarano, Yohanes Gusti mengatakan 1 buah nanas ini rata-rata beratnya 4 kilo gram , ada juga yang paling berat sampai 6 kilo gram.
Cara penanamannya juga sederhana, nanas ini tergolong masuk bagian dari pohon kaktus, bisa tumbuh dilahan yang ekstrim.
“Dilahan seluas 5 hektar Ini dulunya tanah gersang, sekarang menjadi kebun nanas, ditumbuhi dua jenis yakni nanas madu dan nanas bogor,”kata Yohanes saat memandu para jurnalis visit HUT PT.Vale ke 57 Tahun.
Total sekarang ada 30 ribu pohon ditanam. Sekarang sudah 2 hektar berbuah, kalau estimasi itu ada sekitar 10 ribu sudah siap panen.
“Paling cepat 1 tahun paling lambat 1 tahun 5 bulan, Puncak panen nanti di bulan Oktober, 10 ribu pohon siap panen,”pungkas Yohanes
Dia bilang, Keuntungan dari buah nanas ini terbilang besar, harga pasarannya Perkilonya 15 ribu. ” Sekitar 4 kali lipat keuntungan ya , 1 pohon bisa dapat 60 ribu dari 20 ribu biaya perawatan perpohonya ,”kata dia
Perawatannya, lanjut Yohanes, tidak terlalu sulit dan tidak memakan biaya cukup besar, pola penanaman juga tidak mengunakan bahan kimia. Murni alami menggunakan pupuk kompos.
“Ini murni, tidak ada bahan kimia, kita juga diajarkan mengolah sampah organik dari sisa olahan buah nanas ini menjadi pupuk kompos,”tandas Yohanes
Jaraknya antar satu pohon nanas itu 80 centi meter, terlihat rapi dan efesien dan memudahkan saat pemilharaan.
Agrowisata Kebun nanas Pondata ini mempekerjakan 5 orang warga lokal, tugasnya merawat nanas ini dari penanaman, pemupukan sampai siap panen, upahnya Rp 1,5 Juta. kerjanya hanya 6 jam sehari.
“Untuk sementara upanya masih dibayarkan lewat Dana desa dari alokasi 2 persen ketahanan pangan desa, kedepannya kita akan mandiri dan akan diupah melalui BUMDES Tabarano,”kata dia.
Dia bilang, pekerja disini suda dilatih oleh PT Vale, kita diajarkan metode pertanian berbasis organik yang ramah lingkungan. Ada juga kelompok dibentuk untuk mengelola pengolahan buah nanas menjadi produk siap jual.(*)