MALILI – Warga Desa Balantang, Kecamatan Malili, menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan saat mengikuti reses perseorangan anggota DPRD Luwu Timur, Rusdi Layong, Sabtu (15/08/2026).
Reses masa sidang III Tahun Sidang 2025–2026 tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang mereka hadapi.
Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga antara lain perbaikan fasilitas keagamaan, penerangan lapangan desa, penanganan banjir, serta penguatan sektor perikanan dan tambak.
Kelompok masyarakat pesisir juga berharap adanya program yang dapat membantu meningkatkan produktivitas usaha mereka. Sementara kalangan pemuda mengusulkan penerangan lapangan desa agar bisa digunakan untuk kegiatan olahraga pada malam hari.
Di bidang keagamaan, warga mengusulkan tambahan fasilitas pendukung kegiatan Majelis Taklim.
Rusdi Layong mengatakan, berbagai aspirasi tersebut menunjukkan masih banyak kebutuhan masyarakat yang perlu mendapat perhatian.
Ia meminta agar seluruh usulan disusun berdasarkan skala prioritas sehingga kebutuhan yang paling mendesak dapat segera ditindaklanjuti.
“Semua aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses ini akan kami tampung dan kawal sesuai kewenangan,” kata Rusdi.
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat daerah terkait juga perlu diperkuat agar aspirasi yang membutuhkan intervensi pemerintah dapat ditindaklanjuti.
Rusdi menambahkan, reses penting dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Sebab, tidak semua persoalan warga dapat terlihat melalui laporan administratif.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan warga Balantang dapat masuk dalam perencanaan pembangunan dan tidak berhenti sebatas forum reses.
“Harapan kita, hasil reses ini bisa menjadi bahan pembahasan untuk mendorong program pembangunan yang terukur dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat terus membangun komunikasi dengan pemerintah desa, DPRD, dan perangkat daerah agar berbagai kebutuhan di bidang pelayanan publik, sosial, kepemudaan, serta ekonomi lokal dapat diperjuangkan secara bersama. (*)

