Pertalite Tembus Rp20 Ribu di Pengecer, Koperindag Ancam Sanksi Tegas: Warga Diminta Tak Panik

MALILI – Kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mulai mencuat setelah beredarnya informasi mengenai lonjakan harga di tingkat pengecer yang mencapai Rp20 ribu per liter.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) langsung mengambil sikap tegas. Kepala Dinas Koperindag, Senfri Oktafianus, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik penjualan BBM eceran di atas batas harga wajar.

Menurut Senfri, harga Pertalite di tingkat pengecer seharusnya tidak melampaui kisaran Rp13 ribu per liter. Jika masih ditemukan pedagang yang menjual di atas harga tersebut, maka sanksi tegas akan diberlakukan.

“Mulai besok kami akan melakukan tindakan nyata. Jika masih ada pengecer yang menjual di atas Rp13 ribu per liter, kami pastikan akan ada sanksi tegas,” kata Senfry , Rabu 11 Maret 2026.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan serta memberikan teguran kepada para pengecer, menyusul viralnya informasi di media sosial terkait lonjakan harga tersebut.

Pemerintah daerah, lanjut Senfri, tidak ingin masyarakat dirugikan oleh praktik permainan harga yang tidak wajar. Karena itu, pengawasan distribusi BBM akan diperketat agar tetap berjalan normal dan harga tetap terkendali.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan adanya penjualan BBM eceran dengan harga yang tidak sesuai, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Senfri juga mengingatkan warga agar tidak terpancing isu-isu yang belum jelas kebenarannya, termasuk terkait kondisi global seperti Selat Hormuz, yang dikhawatirkan berdampak pada pasokan BBM.

Ia menegaskan bahwa kuota pasokan BBM untuk wilayah Luwu Timur saat ini masih dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.

“Tidak perlu panik. Stok kita aman, distribusi tetap berjalan. Jangan sampai isu-isu membuat masyarakat justru resah dan membeli secara berlebihan,” tutupnya.(*)

banner 728x250

banner 728x250