Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun: Dampak Nyata Program ‘Tiga Kartu Sakti’ Ibas-Puspa

LUWU TIMUR– Janji politik kerap terdengar manis di awal, namun tak semuanya berujung nyata. Di Kabupaten Luwu Timur, duet kepemimpinan Irwan Bachri Syam dan Puspawati Husler mulai membalik keraguan itu menjadi bukti konkret.  Memasuki tahun pertama kepemimpinan mereka pada 2025, program unggulan bertajuk “Tiga Kartu Sakti” hadir sebagai solusi sederhana namun berdampak langsung bagi masyarakat.

Ibarat racikan kopi yang pas, kepemimpinan ini tidak mengandalkan janji instan, melainkan perpaduan kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar: pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan lansia.

Program “Kartu Luwu Timur Pintar” menjadi fondasi utama di sektor pendidikan. Sepanjang 2025, sebanyak 9.878 mahasiswa menerima beasiswa senilai Rp6 juta per tahun atau Rp3 juta per semester. Selain itu, 16.253 siswa dari tingkat TK hingga SMP juga mendapatkan seragam sekolah gratis, meringankan beban orang tua sekaligus memperluas akses pendidikan yang merata.

Di sektor kesehatan, “Kartu Luwu Timur Sehat” menunjukkan capaian signifikan. Sebanyak 422.183 layanan kesehatan telah dimanfaatkan masyarakat, baik rawat inap maupun rawat jalan di puskesmas. Tak hanya itu, 256 pasien cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan, sementara 97.931 lainnya tercover melalui skema BPJS yang iurannya ditanggung pemerintah daerah di RSUD I Lagaligo Wotu.

Perhatian terhadap kelompok rentan juga menjadi prioritas melalui “Kartu Lansia”. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 2.808 lansia telah menerima manfaat program ini. Kebijakan tersebut bahkan menjadikan Luwu Timur sebagai satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki program khusus terfokus bagi kesejahteraan lansia.

Tak berhenti pada sektor sosial, indikator pembangunan daerah turut menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 3,70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan mencapai Rp19,20 triliun, dengan sektor pertambangan, pertanian, jasa, dan konstruksi sebagai penopang utama.

Di sisi kesejahteraan, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,79 persen atau sekitar 18,55 ribu jiwa. Tingkat pengangguran pun menurun menjadi 3,70 persen.

Dalam waktu yang relatif singkat, kepemimpinan Irwan Bachri Syam dan Puspawati Husler membuktikan bahwa perubahan tidak harus rumit. Dengan program yang tepat sasaran dan konsistensi pelaksanaan, kebijakan sederhana mampu menghadirkan dampak besar. Luwu Timur kini bergerak dari sekadar janji menuju bukti nyata.(***)

banner 728x250

banner 728x250