MALILI– Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Luwu Timur berhasil menuntaskan seluruh program kerja prioritas (KP1) tahun 2025. Keberhasilan ini menjadi pijakan kuat untuk melanjutkan program yang lebih agresif dan berdampak langsung bagi masyarakat pesisir pada tahun 2026.
Kepala Dinas Perikanan Luwu Timur, Andi Wija Hasan, mengungkapkan bahwa capaian tahun lalu difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi sekaligus kesejahteraan nelayan dan pembudidaya.
“Program unggulan tahun 2025 kami fokuskan pada bantuan sarana dan prasarana budidaya rumput laut serta peralatan melaut, termasuk alat penangkapan ikan. Alhamdulillah, semuanya terealisasi sesuai target,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Sepanjang 2025, Diskan Luwu Timur menyalurkan bantuan kepada 18 kelompok pembudidaya rumput laut dan 18 kelompok nelayan. Bantuan tersebut dinilai memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas masyarakat pesisir.
Para pembudidaya rumput laut kini mampu meningkatkan hasil panen, sementara nelayan dapat melaut dengan lebih optimal berkat dukungan peralatan yang memadai. Kondisi ini turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir.
Memasuki tahun 2026, Diskan Luwu Timur kembali memperluas jangkauan program dengan sasaran yang lebih besar. Sebanyak 20 kelompok pembudidaya rumput laut dan 23 kelompok nelayan akan menerima bantuan serupa sebagai upaya pemerataan dan penguatan sektor perikanan.
“Sasaran bantuan tahun ini tetap pada penyediaan sarana dan prasarana, baik untuk budidaya rumput laut maupun nelayan, dengan jumlah penerima yang lebih banyak,” jelas Andi Wija.
Tak hanya itu, Diskan juga merancang pengembangan pasar ikan rakyat terpadu yang akan diintegrasikan dengan kawasan wisata kuliner di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Wewangriu. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus menjadi daya tarik ekonomi baru bagi daerah.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Diskan Luwu Timur optimistis mampu mencapai target jangka menengah dalam Rencana Strategis (Renstra) hingga 2030, yakni menjangkau 129 kelompok pembudidaya rumput laut dan 75 kelompok nelayan.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis protein ikan,” pungkasnya.(*)

