Dentuman Genderang di Sungai Malili, Perahu Naga Jadi Magnet HUT ke-23 Luwu Timur

MALILI– Riuh sorak penonton yang memenuhi tepian Sungai Malili menjadi penanda berakhirnya salah satu agenda paling meriah dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Luwu Timur. Lomba Perahu Naga yang berlangsung selama tiga hari, sejak 31 Mei hingga 2 Juni, sukses menghadirkan persaingan sengit sekaligus menjadi hiburan rakyat yang menyatukan masyarakat dari berbagai wilayah.

Di tengah semangat para pendayung yang berpacu membelah arus sungai, tim PPS 27 Patande dari Kecamatan Malili tampil sebagai yang terbaik dan berhasil mengamankan gelar juara pertama. Kemenangan tersebut menjadi buah dari kerja sama tim, kekompakan, dan semangat juang yang mereka tunjukkan sepanjang perlombaan.

Posisi runner-up diraih oleh Ayam Nakal Burau, sementara peringkat ketiga bersama ditempati oleh Bersama Orion Malili dan Granat Malili.

Lomba Perahu Naga tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang memperlihatkan semangat masyarakat dalam memeriahkan hari jadi daerah. Ribuan warga tampak memadati kawasan Sungai Malili untuk menyaksikan setiap perlombaan, menciptakan suasana yang hidup dan penuh kegembiraan.

Penanggung jawab kegiatan, Muhammad Safaat, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan lomba yang berlangsung aman, lancar, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian lomba berjalan lancar, aman, dan bahagia. Antusiasme peserta maupun masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa olahraga tradisional seperti Perahu Naga masih memiliki daya tarik yang besar di Luwu Timur,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah pembinaan bernilai puluhan juta rupiah bagi para pemenang. Tim PPS 27 Patande yang keluar sebagai juara pertama menerima hadiah Rp15 juta dan tambahan apresiasi dari Bupati Luwu Timur sebesar Rp5 juta, sehingga total hadiah yang diterima mencapai Rp20 juta.

Sementara tim Ayam Nakal Burau memperoleh hadiah Rp10 juta serta tambahan Rp5 juta dari Bupati. Adapun dua tim peraih juara ketiga, Bersama Orion Malili dan Granat Malili, masing-masing menerima hadiah Rp7 juta ditambah bonus Rp2 juta per tim.

Lebih dari sekadar perlombaan, Perahu Naga kini diproyeksikan menjadi ikon baru perayaan HUT Luwu Timur. Pemerintah daerah menilai kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk mendongkrak sektor ekonomi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Muhammad Safaat menegaskan bahwa lomba Perahu Naga direncanakan menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan setiap peringatan HUT Kabupaten Luwu Timur.

“Rencananya Perahu Naga akan menjadi event tahunan pada HUT Luwu Timur. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi UMKM dan sektor pariwisata daerah,” jelasnya.

Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini menjadi bukti bahwa olahraga tradisional dapat menjadi magnet wisata sekaligus sarana mempererat persaudaraan. Di usia ke-23, Luwu Timur tidak hanya merayakan perjalanan pembangunan, tetapi juga merawat budaya kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat melalui dentuman genderang dan kayuhan perahu di Sungai Malili.(*)

banner 728x250

banner 728x250