Bupati Irwan Pastikan Pasokan BBM Masuk Luwu Timur, Tiga SPBU Disuplai Dari Depot Poso

MALILI– Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bergerak cepat mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi akibat tersendatnya distribusi pasca aksi demonstrasi pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Usai melakukan pembicaraan dengan pihak Depot Pertamina Karang-karangan, Luwu, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam (IBAS) memastikan pasokan BBM untuk tiga SPBU di wilayahnya akan disuplai dari Depot Pertamina Poso, Sulawesi Tengah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati IBAS kepada wartawan Selasa 27 Januari 2026. Menurutnya, langkah ini merupakan solusi darurat atas terhambatnya akses transportasi BBM akibat penutupan jalan secara serentak di sejumlah titik wilayah Luwu Raya.

“Suplai BBM untuk Luwu Timur akan masuk dari FT Poso dan akan melayani tiga SPBU,” ujar IBAS.

Adapun tiga SPBU yang dipastikan menerima pasokan BBM dari Depot Poso yakni SPBU 74.92904 Mangkutana dengan kuota 8 Premium dan 8 Biosolar, SPBU 74.92901 Wotu dengan kuota 8 Premium dan 8 Biosolar, serta SPBU 74.92902 Malili dengan kuota yang sama.

IBAS menjelaskan, kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan energi masyarakat yang terdampak langsung oleh aksi demonstrasi pemekaran Provinsi Luwu Raya.

“Ini adalah upaya pemerintah daerah untuk mengatasi kelangkaan BBM akibat penutupan akses transportasi. Kami ingin memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.

Pasokan BBM dari Fuel Terminal (FT) Poso tersebut diperkirakan akan tiba di Luwu Timur pada Rabu dini hari (28/01/2028) dan segera disalurkan ke tiga SPBU yang telah ditetapkan. Selain itu, Pemkab Luwu Timur akan terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pertamina guna mempercepat suplai BBM dan gas ke wilayah tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina agar suplai BBM dan gas bisa segera normal kembali,” tambah IBAS.

Tak hanya fokus pada ketersediaan BBM, Bupati IBAS juga menegaskan akan memantau perkembangan harga bahan pokok di Luwu Timur. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat yang turut terdampak oleh aksi demonstrasi tersebut.

“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan, termasuk harga bahan pokok, demi menjawab kebutuhan rakyat Luwu Timur,” pungkasnya.(*)

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250