ANGKONA – Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Fraksi NasDem, Muhammad Iwan, menggelar kegiatan Temu Konstituen atau Reses Perorangan di Desa Tawakua, Kecamatan Angkona, Minggu (16/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Angkona–Kalaena untuk menyampaikan berbagai keluhan, kebutuhan, dan aspirasi yang dinilai penting untuk mendapat perhatian pemerintah daerah.
Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari sektor pertanian, pelayanan kesehatan, transportasi sekolah, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana dan kebutuhan armada Pemadam Kebakaran (Damkar).
Di sektor pertanian, warga menyoroti ketidakseimbangan antara luas areal persawahan dengan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang tersedia. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan petani dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan.
Selain Alsintan, masyarakat juga berharap adanya dukungan sarana pompanisasi. Pasalnya, sebagian petani masih bergantung pada sistem pertanian tadah hujan sehingga produktivitas pertanian sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan ketersediaan air.
Aspirasi lainnya datang dari sektor pelayanan kesehatan. Warga mengeluhkan kondisi armada ambulans yang sudah mengalami korosi dan kebocoran. Bahkan, saat hujan, air disebut dapat masuk hingga ke bagian kabin ambulans.
Warga juga menyampaikan kebutuhan operasional Bus Sekolah untuk menunjang mobilitas anak-anak menuju sekolah. Selain itu, tambahan armada Damkar untuk wilayah Angkona-Kalaena dinilai penting guna memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muhammad Iwan menegaskan akan mencatat dan mengawal seluruh masukan masyarakat agar dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
“Seluruh keluhan dan aspirasi yang disampaikan warga hari ini, baik terkait Alsintan, pompanisasi, peremajaan ambulans, bus sekolah, hingga armada Damkar, akan kami rekap dan catat untuk diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD serta dikoordinasikan secara langsung kepada pemerintah daerah,” ujar Iwan yang akrab disapa IMADE.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda bertemu dengan masyarakat, tetapi menjadi bagian penting dalam menyerap kebutuhan riil di lapangan. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan.
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti legislator DPRD Luwu Timur, unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir.

