PANGKEP– Tangis sesekali pecah di rumah sederhana milik keluarga almarhum Abdullah di Kampung Salebbo, Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Selasa (2/6/2026). Namun di balik duka yang begitu dalam, tersimpan ketegaran seorang istri yang berusaha menerima kenyataan pahit atas kepergian suami tercinta.
Abdullah, seorang pekerja yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja yang terjadi di area operasional tambang PT Citra Lampia Mandiri (CLM) di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, pada 31 Mei 2026.
Almarhum merupakan driver yang bekerja melalui perusahaan PT. Bumi Jasa Utama (BJU) Kalla Group, yang merupakan salah satu kontraktor PT.CLM.
Almarhum sehari-hari terlibat dalam kegiatan operasional di kawasan tambang. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan kerjanya.
Terlebih, Abdullah meninggalkan seorang istri dan seorang putri kecil berusia lima tahun yang kini harus melanjutkan hidup tanpa sosok ayah yang selama ini menjadi sandaran keluarga.
Di tengah suasana berkabung, sang istri, Riska Yanti , berusaha tegar menghadapi cobaan yang datang begitu cepat. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku telah berusaha menerima peristiwa tersebut sebagai takdir yang telah ditetapkan Allah SWT.
“Kami menerima kejadian ini dengan ikhlas. Ini sudah menjadi kehendak Allah SWT. Kami hanya berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Riska Yanti dengan suara bergetar menahan haru.
Bagi Riska, kehilangan suami bukanlah hal yang mudah. Sosok Abdullah bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga ayah yang penuh kasih bagi putri mereka serta pencari nafkah utama keluarga. Namun di tengah kesedihan yang menyelimuti, ia memilih untuk berserah dan memperkuat diri demi masa depan anak semata wayangnya.
Duka yang dirasakan keluarga juga mendapat perhatian dari manajemen PT Citra Lampia Mandiri (CLM). Sebagai bentuk empati dan kepedulian, perwakilan perusahaan datang langsung ke kediaman keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral.
Manajer Eksternal PT CLM, Fauzi, hadir mewakili perusahaan. Kehadiranny bukan sekadar menjalankan tugas formal, melainkan untuk berbagi duka dengan keluarga yang sedang kehilangan orang tercinta.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Fauzi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Abdullah. Menurutnya, almarhum merupakan bagian dari keluarga besar perusahaan sehingga kepergiannya turut meninggalkan kesedihan bagi seluruh jajaran manajemen maupun para pekerja.
“Kami datang untuk berbagi duka bersama keluarga. Atas nama perusahaan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Fauzi.
Di hadapan keluarga, Fauzi juga menegaskan bahwa perusahaan akan mengawal pemenuhan hak-hak almarhum selama bekerja di Bumi Jasa Utama (BJU) Kalla Group, kontraktor yang beroperasi di lingkungan PT CLM, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pernyataan tersebut memberikan sedikit ketenangan bagi keluarga yang kini tengah menghadapi masa sulit setelah kehilangan keluarga.
Keluarga almarhum pun menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan perusahaan sejak awal kejadian hingga proses pendampingan kepada keluarga.
Menurutnya, kehadiran langsung manajemen di rumah duka menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti di tengah kesedihan yang mereka rasakan.
Atas musibah ini, Menajemen perusahan juga akan mengikuti seluruh arahan dan rekomendasi yang nantinya akan diberikan oleh Inspektur Tambang serta instansi terkait sebagai bagian dari proses evaluasi pasca-insiden.
“Atas musibah ini, PT CLM berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan serta perbaikan di seluruh aspek yang diperlukan. Kami akan mengikuti setiap instruksi dan rekomendasi dari Inspektur Tambang sesuai dengan regulasi yang berlaku,”tandas Fauzi
Dikatakan Fauzi, Keselamatan pekerja menjadi prioritas utama dan evaluasi menyeluruh akan kami lakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Saat ini, proses investigasi masih berlangsung untuk mengetahui penyebab Utama peristiwa itu dengan melibatkan pihak berwenang.
“Perusahaan menyatakan siap bersikap kooperatif dan mendukung penuh seluruh tahapan pemeriksaan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut,”tegasnya.(*)

