WASUPONDA– Kepedulian terhadap warganya kembali ditunjukkan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang bergerak cepat meninjau langsung lokasi kebakaran di Dusun Rendehaka, Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Senin (16/3/2026).
Setibanya di lokasi, Bupati Irwan melihat langsung kondisi dua rumah warga yang hangus dilalap api. Sisa-sisa bangunan yang tinggal puing membuat suasana haru menyelimuti lokasi kejadian. Ia tampak berbincang dengan para korban sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap tabah menghadapi musibah tersebut.
Di hadapan para korban dan warga sekitar, Bupati Irwan menyampaikan rasa prihatin mendalam atas peristiwa kebakaran yang terjadi pada Ahad malam itu. Ia juga memastikan pemerintah daerah akan mempercepat proses bantuan pembangunan rumah bagi warga terdampak.
“Insha Allah bantuan untuk pembangunan rumah akan segera dipercepat. Saya juga meminta Camat Wasuponda untuk mengawal proses bantuan ini sampai selesai. Pihak PT Vale juga akan ikut membantu,” ujar Irwan saat meninjau lokasi.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Irwan turut menyerahkan bantuan awal secara simbolis kepada para korban sebagai bentuk kepedulian dan dukungan agar mereka dapat segera bangkit dari musibah yang dialami.
Diketahui, kebakaran melanda Dusun Rendehaka, Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda pada Ahad (15/3/2026) sekitar pukul 21.30 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit rumah warga dengan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Lellua Tangdilintin (57) dan Mursidi (60). Rumah milik Lellua dilaporkan hangus terbakar hingga rata dengan tanah. Sejumlah barang berharga seperti ijazah dan telepon genggam turut musnah dalam kebakaran tersebut.
Sementara itu, rumah milik Mursidi mengalami kerusakan cukup parah pada bagian badan rumah, dapur, serta plafon bangunan utama. Dua kamar ikut terbakar bersama pakaian, laptop, dan sejumlah perabotan rumah tangga lainnya.
Berdasarkan perkiraan sementara, kerugian akibat kebakaran rumah milik Lellua ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta, sedangkan kerugian di rumah Mursidi diperkirakan sekitar Rp350 juta.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Berdasarkan keterangan istri Lellua, saat kejadian ia berada di dalam kamar ketika mendengar suara seperti papan tripleks patah sebanyak tiga kali, disusul suara mirip hembusan angin dari blower AC. Saat keluar untuk memeriksa bagian belakang rumah, api sudah terlihat membesar sehingga kebakaran tidak dapat dihindarkan.
Pasca kejadian, Lellua bersama istrinya sementara tinggal di rumah tetangga di depan lokasi kejadian. Sedangkan Mursidi bersama keluarganya mengungsi di rumah mertuanya. Diketahui, di rumah Mursidi terdapat empat orang yang tinggal, termasuk sepasang suami istri yang merupakan penghuni kost.
Kunjungan langsung Bupati Luwu Timur ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi para korban sekaligus memastikan mereka segera mendapatkan bantuan untuk kembali membangun tempat tinggal mereka. (**)
