MALILI, KABAR LUTIM –– PT Vale Indonesia (PTVI) sudah membayar dana kompensasi radiasi tower sebanyak Rp 3,5 miliar. Namun, dana ini diduga digelapkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun , dana kompensasi radiasi tower PT Vale di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur dibayarkan pada Tanggal 03 Februari 2023. PT Vale membayar kepada masyarakat (terkena dampak/pemilik lahan) sebanyak Rp 3,5 miliar lebih.

Dana Rp 3,5 miliar ini dibagikan kepada lima orang penerima. Seharusnya diterima enam orang. Yang tidak terima Sudirman. Makanya, ia menempuh jalur hukum.

Sudirman yang terkena dampak sangat kecewa. Sebab, lahan miliknya terkena dampak ukurannya 40×300 meter. Ia seharusnya mendapatkan hak atas pembayaran kompensasi radiasi tower dari PT Vale.

Sudirman mengaku sudah melakukan upaya kekeluargaan untuk mendapatkan haknya. Namun, upaya kekeluargaan justru tak menemukan titik terang. Sebab, ia hanya diberikan uang Rp 40 jutaan lebih.

“Dibodoh bodohi ki. Mungkin karena saya hanya tukang ojek,” kata Sudirman kepada Wartawan, Rabu (15/05/24).

Sudirman baru saja memberikan keterangan di Polres Luwu Timur. Dihadapan wartawan, ia menunjukkan bukti kepemilikan lahannya. Begitu juga peta sederhana yang digambar menggunakan pena berwarna.

“Ini yang menerima uang Pak Sumampo sudah datang. Mau kasi lagi uang supaya saya jangan melapor. Tapi saya tidak mau, karena tidak sesuai jumlah yang seharusnya saya terima,” ungkapnya lagi.

Sudirman masih ingat betul, pihak manajemen PT Vale melakukan pengukuran lahan pada tahun 2022. Dimana, batas lahan ditandai menggunakan patok. Masing-masing patok ada di tower nomor 106, 107,108, dan 109. Itu masuk lahan miliknya.

“Saya percaya, Polres Luwu Timur bisa mengungkap perkara ini. Sebagai korban, tentu saya berhak untuk menuntut apa yang seharusnya menjadi hak saya,” tutup Sudirman.

Terpisah, salah satu penerima uang kompensasi radiasi tower PT Vale, Sumampo Tadehari mengaku jika Sudirman punya hak atas dana tersebut. Makanya, ia memberikan dana sebanyak Rp 41 juta lebih.

“Jadi masalah ini sudah kami bicarakan secara kekeluargaan pak. Dan memang Sudirman punya hak,” kata Sumampo Tadehari melalui panggilan WhatsApp, Rabu (15/05/24).

Sumampo diketahui menerima uang kompensasi paling banyak. Sekitar Rp 1,8 miliar lebih. Sementara dia mengaku, ukuran lahannya yang terkena dampak berukuran 40×40 meter. Lebih sedikit dari lahan milik Sudirman sebanyak 40×300 meter.

Dia mengaku membagikan dana kompensasi ini kepada tujuh orang. Itu sudah termasuk diberikan kepada Sudirman.

Sementara itu Penyidik Polres Luwu Timur diketahui masih melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi akan dimintai keterangannya. Selain penerima dana, Kepala Desa dan Camat yang akan diperiksa, pihak manajemen PT Vale juga akan diambil keterangannya. (*)

Berita SebelumnyaBirokrat dan Pengusaha, Isrullah Beri Signal Bakal Jadi Pendamping Budiman Paket di Pilkada Luwu Timur
Berita BerikutnyaMasyarakat Petani Lada di Desa Bantilang Tolak Perusahaan Tambang PT Paramos

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini