MALILI – Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Kabupaten Luwu Timur bakal terdampak fenomena El Nino atau musim kemarau pada periode Agustus hingga September 2026.
Menghadapi ancaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur mengimbau masyarakat untuk tidak menjadi pemicu terjadinya bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal ini ditegaskan Kepala BPBD Luwu Timur, H. April, Rabu (15/4/2026). Ia menyampaikan bahwa meskipun El Nino diprediksi terjadi, dampaknya di wilayah Luwu Timur tidak akan terlalu signifikan.
“El Nino akan terjadi, namun diperkirakan wilayah Luwu Timur tidak terlalu berdampak secara signifikan, tetapi kewaspadaan tetap harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan analisa serta koordinasi bersama Tagana, KPHL, dan Kepolisian, kondisi cuaca di Luwu Timur cenderung sulit diprediksi. Dalam satu minggu bisa terjadi kemarau, namun tiba-tiba turun hujan.
“Kondisi cuaca yang fluktuatif tersebut justru menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mitigasi bencana. Oleh karena itu, BPBD bersama berbagai pihak terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor,” ungkapnya.
Ia menegaskan, meski prediksi tidak menunjukkan kondisi ekstrem, seluruh pihak tidak boleh lengah. Kesiapsiagaan harus tetap dijaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Lebih lanjut, April menekankan bahwa faktor pemicu bencana menjadi hal paling krusial yang harus diwaspadai, terutama kebakaran hutan dan lahan.
“Aktivitas seperti pembakaran kebun, pembukaan lahan dengan cara dibakar, hingga kelalaian masyarakat berpotensi besar memicu kebakaran, terutama saat kondisi kering,” jelasnya.
Karena itu, BPBD mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan bencana dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Jangan kita jadi pemicu bencana kebakaran selama periode El Nino nanti. Ayo kita cegah bersama-sama agar kita terhindar dari musibah,” pintanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran atau potensi bencana lainnya.
“Dengan sinergi ini, saya yakin kita bisa meminimalisir potensi bencana, sehingga tercipta keamanan dan keselamatan selama periode El Nino nantinya,” tutupnya. (*)

