WATAMPONE – Kontingen Kabupaten Luwu Timur akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan perolehan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Selatan XVIII 2026. Cabang olahraga (cabor) judo menjadi penyumbang emas pertama bagi Bumi Batara Guru.
Medali emas perdana tersebut dipersembahkan Hardiansyah yang tampil gemilang pada kelas 73 kilogram putra. Ia berhasil mengalahkan atlet asal Kota Makassar pada partai final yang berlangsung di GOR Matanna Tikka, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Kamis (5/11/2026).
Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Luwu Timur, Rahman Atja, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Hardiansyah menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Luwu Timur.
“Alhamdulillah, satu medali emas putra kelas 73 kg dipersembahkan Hardiansyah,” kata Rahman Atja.
Tak hanya emas, atlet judo putri Luwu Timur, Nur Alya, juga berhasil menyumbangkan medali perak setelah menunjukkan penampilan terbaiknya dalam persaingan di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
“Tambah satu lagi medali perak dari putri atas nama Nur Alya,” imbuhnya.
Hingga Kamis (5/11/2026), cabor judo telah mengoleksi enam medali untuk Kabupaten Luwu Timur. Rinciannya, satu emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Luwu Timur, Herawan Raditya. Ia mengaku bahagia sekaligus bersyukur karena kontingen Luwu Timur akhirnya berhasil meraih medali emas pertama.
“Alhamdulillah, emas pecah telur,” ungkap Herawan.
Ia berharap keberhasilan cabor judo menjadi pemantik semangat bagi atlet dari cabang olahraga lainnya untuk terus berjuang dan menambah perolehan medali emas.
Dengan masih berlangsungnya kompetisi PORPROV XVIII Sulawesi Selatan 2026 di Wajo dan Bone, peluang Luwu Timur untuk memperbesar koleksi medali masih terbuka. Harapan pun tertuju kepada seluruh atlet agar mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah.(*)

