MALILI– Kabar baik bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Luwu Timur. Industri pembuatan kapal dan perahu berbahan fiber glass kini resmi hadir di wilayah Malili. Kehadiran industri ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha di sektor kelautan yang membutuhkan armada laut berkualitas dan tahan lama.
Dengan menggunakan material fiber glass, kapal yang diproduksi memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya lebih ringan, tahan terhadap korosi air laut, serta memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan perahu kayu. Hal ini tentu menjadi solusi bagi nelayan untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan saat melaut.
Industri ini menghadirkan inovasi dalam pembuatan kapal yang lebih modern, kuat, dan tahan lama dibandingkan perahu kayu konvensional. Selain itu, penggunaan bahan fiber glass dinilai lebih efisien dalam perawatan serta memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Alamsyah, pihak Industri Kapal/Perahu Fiberglass, Berkah Teluk Tomori mengatakan, kami ingin memberikan pilihan yang lebih baik bagi masyarakat pesisir. Selain kualitas, kami juga berupaya memberikan harga yang terjangkau.
“Berbagai macam atau jenis kapal yang kami kerjakan, mulai dari perahu nelayan, kapal penumpang skala kecil, perahu untuk kebutuhan wisata dan transportasi air hingga kapal yatcht. Tergantung pesanan konsumen. Industri ini berlokasi di Jalan Poros Sorowako, Km 4, Malili,” bebernya.
Selain itu kata dia, layanan juga dilakukan mencakup perbaikan (repair), perawatan, serta modifikasi kapal sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Sementara itu, Syukur, seorang nelayan di Malili mengapresiasi hadirnya industri tersebut. Diharapkan, sektor ini dapat menjadi penggerak ekonomi baru di Luwu Timur, sekaligus memperkuat potensi daerah sebagai wilayah pesisir yang memiliki sumber daya kelautan yang melimpah.
“Dengan hadirnya industri kapal dan perahu fiber glass di Malili, kami sebagai nelayan kini tidak perlu lagi memesan dari luar daerah. Selain lebih cepat dan efisien, keberadaan industri ini juga diharapkan mampu menjadikan Malili sebagai pusat produksi kapal fiber glass di kawasan Sulawesi Selatan,” pungkasnya.(*)

