INKAI Luwu Timur Borong 8 Emas dan 2 Perak, Karateka Muda Tampil Gemilang

Oplus_131072

LUWU TIMUR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Luwu Timur. Karateka muda dari sejumlah dojo berhasil membawa pulang 8 medali emas dan 2 medali perak dalam ajang pertandingan karate.

Ketua INKAI Luwu Timur, Arman Amrullah, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang tampil membawa nama daerah. Menurutnya, capaian tersebut menjadi hasil dari proses latihan, kedisiplinan atlet, serta dukungan pelatih dan orang tua.

“Alhamdulillah, INKAI Luwu Timur berhasil meraih 8 emas dan 2 perak. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan atlet,” ujar Arman.

Dari Dojo SMKN 1 Luwu Timur, para karateka yang turun di kelas junior usia 16-17 tahun menunjukkan performa apik.

Aulia Jessica berhasil merebut medali emas pada nomor kata perorangan putri. Prestasi serupa juga diraih Alfira Kamsa yang berhasil membawa pulang emas.

Pada nomor kata perorangan putra, Haikal juga sukses menyumbangkan medali emas untuk kontingen INKAI Luwu Timur.

Sementara Komang Rahayu tampil impresif dengan meraih emas pada nomor kata perorangan putri.

Komang kemudian kembali mempersembahkan emas melalui nomor kata beregu bersama Aulia Ramadhani dan Sarti. Kekompakan ketiganya membuat Dojo SMKN 1 Luwu Timur semakin memperkuat perolehan medali.

Prestasi juga datang dari Dojo Batara Guru, yang menurunkan karateka dari kelompok usia dini hingga pemula.

Pada kelas usia dini 8-9 tahun nomor kata perorangan putra, Andi Al-Quds Filistin MS, siswa SD IT Insan Rabbani, berhasil meraih medali emas.

Kemudian pada kelas pra-pemula usia 10-11 tahun nomor kata perorangan, Muh. Fathur Hajar yang juga berasal dari SD IT Insan Rabbani sukses merebut emas.

Dua karateka lainnya, Azzam Rajmal Maulana dan A. Muhammad Zaki Darajat M, masing-masing meraih medali perak. Keduanya merupakan siswa SDN 238 Mallaulu.

Sementara pada kelas pemula usia 12-13 tahun nomor kata perorangan, Muh. Fathir Hajar, siswa SMP Negeri 1 Malili, kembali menyumbangkan medali emas.

Arman mengatakan, raihan tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan karate di Luwu Timur telah berjalan mulai dari usia dini hingga kelompok junior.

“Yang paling penting bukan hanya jumlah medalinya, tetapi bagaimana anak-anak ini mendapatkan pengalaman bertanding dan terus berkembang. Kami ingin pembinaan dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi para karateka muda lainnya di Luwu Timur untuk lebih disiplin berlatih dan berani mengikuti berbagai kejuaraan.

Arman juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, orang tua dan seluruh pihak yang memberikan dukungan kepada atlet selama menjalani proses latihan hingga pertandingan.

Menurutnya, keberhasilan atlet usia dini dan junior merupakan investasi penting bagi keberlanjutan prestasi karate Luwu Timur.

Dengan raihan 8 emas dan 2 perak, INKAI Luwu Timur memiliki modal positif untuk terus memperkuat proses regenerasi atlet dan meningkatkan kualitas pembinaan karate di daerah.(*)

banner 728x250

banner 728x250