Bupati Luwu Timur Ingatkan Pegawainya Kurangi Berkeluh Kesah

Rabu, 4 Agustus 2021 | 18:50 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik

KABARLUTIM.COM, MALILI – Bupati Luwu Timur, Budiman memberikan pesan rohani kepada para 110 PNS khusus keluaran pelatihan dasar (latsar) Prajabatan CPNS Formasi Umum Tahun 2019.

Budiman berpesan kepada PNS tersebut untuk mengurangi berkeluh kesah karena dapat menyebabkan perasaan kita sempit dan rejeki kita juga akan sempit.

“Bayangkan jika kita ditempatkan sejak diangkat, berkeluh kesah terus sampai 10 tahun mengabdi di tempat itu, apa yang kita dapatkan? tidak ada,”

“Intinya, semua baik ditempat itu, tergantung kita memaknai, jika kita pandang semua positif, pasti hasilnya baik,”

“Tapi jika kita berkeluh kesah terus, pasti sempit, tidak akan bahagia kita di tempat itu, bangun pagi berat ke kantor karena kita tidak mencintai pekerjaan kita. Jadi apapun posisi kita, patut kita syukuri,” kata bupati di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Rabu (4/8/2021).

Bupati juga mengingatkan untuk tidak minta pindah karena mungkin menurut kita tempat itu tidak baik, tapi menurut Allah itu baik.

“Kadang-kadang fikiran kita yang kita dahulukan padahal itu rencana besar Allah hingga menetapkan kita disitu. Jadi bapak ibu diam saja disana, bekerja dengan tulus,”

“Dan Insya Allah, pada akhirnya nanti kalau pindah, betul-betul dalam rangka peningkatan kinerja kita dan keseluruhan di Kabupaten Luwu Timur,” ujar Budiman.

Menurut mantan Kepala Bappelitbangda Lutim tersebut, kita ini merupakan satu-kesatuan yang bajunya sama, lambang-lambangnya sama, hanya profesi dan posisi yang beda.

“Tapi kita pada dasarnya satu-kesatuan yang mengabdikan diri di Kabupaten Luwu Timur ini, kita sudah mendaftar dan lulus disini berarti kita harus mencintai daerah ini, abdikan diri kita dengan tulus dan ikhlas supaya tidak berat bekerja,” pesan Bupati.

Terakhir, Bupati berharap agar tidak usah terlalu banyak keinginan. Karena keinginan itulah yang menyebabkan kita risau. Karena begitu banyak keinginan akhirnya pinjam sana pinjam sini, susah jadinya.

“Jadi sebaiknya tunda saja dulu keinginan kita yang tidak penting, utamakan kebutuhan saja. Kalau belum bisa naik mobil, naik motor saja dulu, kalau belum punya motor, naik ojek saja, kalau dekat kantor, kan bisa jalan-jalan,”

“Karena kenapa, keinginan-keinginan yang tidak penting itulah yang dapat menyebabkan kita susah dikemudian hari,” katanya.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
ARTIKEL TERKAIT