Bupati Luwu Timur Minta Kepala Dinasnya Kerjakan Salat Dhuha

Selasa, 18 Mei 2021 | 00:33 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik

KABARLUTIM, MALILI – Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) dianjurkan salat dhuha.

Disampaikan Bupati Luwu Timur, Budiman di sela kegiatan tes GeNose bagi ASN pemkab, di Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (18/5/2021).

Budiman mengingatkan kepala OPD agar rajin melaksanakan salat dhuha setiap hari.

“Teman-teman di SKPD yang muslim kalau sudah jam 9 pagi, salat dhuha dululah baru lanjutkan lagi kerjaan,”

“Karena kita tidak tahu dari mulut siapa doa akan dikabulkan yang mendoakan daerah ini menjadi daerah yang sejahtera,” kata Budiman.

Salat sunah dhuha minimal dikerjakan dua rakaat atau juga empat rakaat. Salat ini membuka rezeki untuk Kita di hari tersebut.

Salat Dhuha merupakan salah satu salat sunah yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya.

Jumlah rakaat Salat Dhuha adalah minimal dua rakaat sekali salam atau dalam hitungan genap.

Surat-surat yang baik dibacakan saat menunaikan salat dhuha adalah surat Al-Waqiah, surat Asy-Syams, surat Ad-Duha, surat Al-Kafirun, surat Quraisy, dan surat Al-Ikhlas.

Adapun keutamaan salat dhuha yaitu pahalanya seperti sedekah, yang melaksanakan kebutuhannya akan dicukupi.

Kemudian, keuntungan dari Allah diraih secara lebih cepat, mendapatkan rumah di surga.

Keutamaan salat dhuha yang tak kalah dahsyat lainnya adalah dapat mendatangkan pahala yang setara dengan haji dan umrah.

Selain itu, Budiman juga mengatakan Pemkab Luwu Timur akan menggelar Halal bi Halal secara virtual.

Dalam kegiatan itu, akan mengundang ulama untuk memberi nasehat yang dimana ulama tersebut juga akan hadir secara virtual.

“Jadi SKPD, pejabat-pejabat eselon II ikut di rumah jabatan, kemudian camat di masing-masing kecamatan,”

Dalam halal bi halal juga akan mengundang beberapa organisasi dan toko-tokoh masyarakat.

“Insya Allah, penceramahnya ialah Tuan Guru Muzammil dari Lombok yang ikut juga secara virtual dari Lombok,” ujar suami Sufriati.

Bupati Luwu Timur juga meminta pejabatnya agar menghentikan dulu aktivitas atau acaranya jika sudah adzan.

“Jadi kita rancang pertemuan tidak sampai waktu salat acara berhenti,”

“Karena kita berharap keberkahan itu ada disetiap kerjaan kita,” kata mantan Kepala Bapelitbangda Luwu Timur ini.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
ARTIKEL TERKAIT