Pemda Luwu Timur Bekali Pelatihan Manajemen Kepala Ruang Perawatan

Sabtu, 13 Maret 2021 | 17:37 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik

KABARLUTIM.COM,Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui BKPSDM menggelar pelatihan manajemen kepala ruangan bagi kepala ruang perawatan Puskesmas dan RSUD I Lagaligo Wotu. Pelatihan itu berlangsung selama tiga hari, 11-13 Maret 2021 yang di pusatkan di Aula Hotel Sikumbang Kecamatan Tomoni.

Kepala BKPSDM Luwu Timur, Kamal Rasyid mengatakan, pelatihan ini sudah dimulai sejak 11 Maret lalu dan akan ditutup pada hari ini, Sabtu (13/03/2021). Dikatakannya, pelatihan ini diwujudkan untuk meningkatkan pelayanan yang lebih optimal didalam ruang perawatan.

Lanjut Kamal, ada 40 kepala ruangan yang terdiri 17 orang dari Puskesmas dan sisanya dari RSUD I Lagaligo Wotu. Sementara Narasumber pelatihan dari RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar yang dipimpin oleh Hj. Desi Sosilowati.

“Hasil evaluasi pelatihan, para peserta proaktif mengikuti pelatihan dan diharapkan melalui pelatihan ini, nantinya para pengelola ruangan mempu memberikan pelayanan prima ditempatnya masing-masing,” jelasnya.

Asisten Pemerintahan, Dohri As’ari mengatakan, pelatihan manajemen kepala ruangan ini merupakan upaya Pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan peningkatan SDM tenaga medis sehingga berdampak positif terhadap citra dan pelayanan kesehatan rumah sakit.

“Saya sangat berharap, para kepala ruang perawatan untuk selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik sesuai standar yang telah ditetapkan. Disamping itu, pelatihan ini juga harus dikembangkan secara mandiri mengingat perkembangan teknologi informasi dibidang kesehatan juga terus berkembang sehingga perlu terus meningkatkan kemampuan diri,” kata Dohri.

Disamping tindakan medis, Dohri juga mengharapakan para kepala ruangan agar terus berusaha mengedukasi masyarakat baik pasien ataupun keluarga pasien berkaitan dengan protokol kesehatan, termasuk pula mensosialisasikan manfaat vaksin covid-19, sehingga masyarakat tergerak untuk mengikuti vaksin dan tidak terjebak dalam informasi yang hoax dan menyesatkan. (***)

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
ARTIKEL TERKAIT