Sudah Sepekan Lebih Air PDAM Lutim Tak Mengalir di Desa Manurung, Pelanggan Mengeluh

Selasa, 1 Desember 2020 | 16:09 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik

KABARLUTIM.COM, MALILI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Luwu Timur dikeluhkan warga Desa Manurung, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Keluhan menyusul sudah lebih sepekan distribusi air tidak mengalir ke rumah-rumah pelanggan di Desa Manurung.

“Kami di Desa Manurung sudah lebih sepekan ini air PDAM tak mengalir,” kata warga Dusun Cerekang, Breck (38), Senin (30/11/20).

Kondisi ini berdampak pada terganggunya kebutuhan warga perihal air bersih.

” Untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci kita memanfaatkan air galon yang dibeli di warung-warung” kesalnya

Pelanggan berharap PDAM tak menyusahkan masyarakat ditambah lagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini.

“Harusnya pihak PDAM memberikan solusi, seperti membagikan air dengan mobil tangki kepada pelanggan yang terdampak” tambahnya.

Direktur PDAM Luwu Timur, Syaiful mengatakan sumber air Desa Atue ada pemeliharaan jaringan distribusi utama pipa 10 oleh Dinas Pekerjaan Uumum Perumahan Rakyat (PUPR) Luwu Timur.

“Pekerjaan pemeliharaan itu sampai hari ini belum kelar,” kata Syaiful via WhatsApp, Selasa (1/12/2020).

Selain itu, sumber air dari Sungai Cerekang menggunakan system pompanisasi yang mengandalkan tenaga surya.

“Kami mengandalkan tenaga surya, kondisi slalu mendung sehingga tidak maksimal,” tutur Syaiful.

Sumber air dari Desa Atue dan Sungai Cerekang inilah yang digunakan PDAM untuk menyuplai kebutuhan air pelanggan di Desa Atue, Manurung, Lakawali dan Lakawali Pantai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statisitik (BPS) 2020, jumlah penduduk di Desa Manurung 4.035 jiwa dan memiliki 1.142 kartu keluarga (KK). Luas wilayah Manurung 5.77 kilometer persegi.

Syaiful menambahkan, pihaknya juga belum tahu pasti kapan air di wilayah Manurung bisa kembali mengalir, ia menunggu kabar dari rekanan yang melakukan pekerjaan tersebut.

“Tergantung pekerjaan dari rekanan PU,” katanya.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
ARTIKEL TERKAIT