Anggaran TKDD Luwu Timur Tahun 2021 Rp 946 M Lebih

Selasa, 1 Desember 2020 | 07:43 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik
  • KABARLUTIM.COM, MALILI – Pjs Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas, telah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2021 dari Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

    Rapat evaluasi berlangsung terbatas dan menerapkan protokol kesehatan yang di pusatkan di Hotel Claro Makassar, Senin (30/11/2020).

    Penyerahan DIPA ini dilakukan bertepatan dengan rapat pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan (APBN/PLHN, DAK, APBD Provinsi) Triwulan III T. A. 2020.

    Kegiatan tersebut diikuti seluruh Kepala Daerah se Sulawesi Selatan, Forkopimda Sulsel, dan Instansi Vertikal lainnya.

    Daftar rincian alokasi transfer daerah untuk Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp 829.176.016 dan alokasi Dana Desa sebesar Rp 117.539.647.

    Sehingga total rincian alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Luwu Timur sebesar Rp 946.715.663. Sementara pagu belanja untuk Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp 153.77 miliar.

    Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Selatan, Sudarmanto, SE, MM. mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan 5,0 persen di tahun 2021.

    Namun keberhasilan dalam mengendalikan pandemi akan menjadi faktor penting dalam menentukan akselerasi pemulihan ekonomi tahun 2021.

    Dari total anggaran belanja tahun 2021 sebesar Rp. 2.750 triliun, dimana Rp. 51,12 triliun dialokasikan ke Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari pagu belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp 20.13 triliun dan alokasi TKDD sebesar Rp 30.99 triliun.

    Jika dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp. 52.80 triliun, alokasi tahun 2021 terdapat penurunan sebesar Rp 1.68 triliun atau setara dengan 3.19 persen.

    Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan, tahun 2021 ini hampir semua Kabupaten/Kota di Sulsel mengalami kenaikan dana DAK baik fisik maupun nonfisik. Meski begitu, tentu ada juga daerah yang kenaikannya kecil dan ada yang besar.

    “Pengalaman tahun 2020 bagi daerah yang serapannya lambat tentu akan mengalami pemotongan. Oleh karena itu, saya harapkan jangan sampai terulang di tahun 2021, usahakan lebih cepat dalam merealisasikan serapan anggaran,” jelasnya.

    “Sudah menjadi kewajiban bagi kita dalam rangka mendukung target pertumbuhan ekonomi kita 5 persen pertumbuhan ekonomi nasional, jadi saya yakin dan percaya teman-teman para Bupati Walikota sudah punya konsep yang jelas persiapan yang matang terutama dalam rangka secepatnya merealisasikan anggaran,” tambahnya.

    Lanjut Nurdin, seluruh masyarakat Sulsel juga masih dalam suasana pandemi covid 19 dan belum tahu juga kapan wabah ini berakhir. Namun saya berharap Pemerintah daerah segera menyiapkan dengan baik berbagai upaya untuk mendukung rencana pemberian vaksin serentak secara nasional.

    Ia juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan di triwulan pertama dan triwulan kedua memang minus. Namun di triwulan ke tiga tumbuh 18 persen dan ini pertumbuhan tertinggi di Indonesia selama pandemi.

    “Kita berharap di triwulan keempat akan semakin membaik sehingga kontribusi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional,” tutupnya.

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT