Perbub Tak Efektif, Kajari Luwu Timur Sarankan Pemkab Dan DPRD Buat Perda Penegakan Prokes Covid 19

Selasa, 22 September 2020 | 12:49 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik
  • KABARLUTIM .COM,MALILI- Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur, Muh Zubair prihatin dengan angka kasus orang positif Covid-19 di Luwu Timur terus meningkat.

    Bahkan ,Kata Zubair angka kasus positif Covid-19 di Luwu Timur masuk sebagai salah satu daerah terbanyak kasus positifnya di Sulsel.

    Sejauh ini, kasus positif Covid-19 di Bumi Batara Guru mencapai 1.197 orang dan pasien yang sembuh sudah 1.033 orang.

    Adapun jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sudah enam orang. Untuk status PDP sudah lima orang meninggal.

    “Waktu saya datang yang meninggal baru dua, sekarang sudah enam yang meninggal,” kata Zubair ditemui wartawan di kantornya, Senin (21/9/2020).

    Prihatin dengan Kasus itu, Zubair menyarankan bupati dan DPRD Luwu Timur segera membuat peraturan daerah (Perda) protokol kesehatan.

    Dimana Kata Zubair, Perbub yang mengatur tentang Prokes tidak efektif mendisiplinan masyarakat dalam mencegah penyebaran covid- 19 atau virus Corona.

    Menurutnya Perbub hanya mengatur pada wilayah sanksi berupa teguran, lisan atau tertulis sampai dengan kerja sosial bagi pelanggar.

    “Harus ada perda dan buat ancaman maksimal 3 bulan tidak boleh lewat agar yang terjerat dapat langsung disidang di tempat atau sidang tipiring ,” katanya.

    Adanya perda kata Zubair, penegakan hukum kepada pelanggar protokol kesehatan juga akan baik karena petugas punya dasar.

    “Masa anggaran Covid-19 cepat disusun perda tidak. Pasti bisa lah cepat. Kalau sebatas perbup itu tidak terlalu mengikat kepada seseorang yang kena sanksi,” imbuhnya.

    Dengan adanya Perda Covid-19 menurutnya, bisa menjadi solusi untuk penegakan protokol kesehatan. “Perbup yang ada segeralah DPRD dan Bupati merubah rancangannya ke Perda,” tegasnya.

    Langkah ini haru segera dilakukan oleh DPRD dan Bupati karena saat ini Kabupaten Luwu Timur masuk dalam zona merah penyebaran covid-19.

    “Tiap hari ada penambahan jumlah positif. Dan harus segera diatasi. Bagai mana caranya dengan dibentuknya Perda. Kalau sebatas Perbup itu tidak terlalu mengikat kepada seseorang yang kena sanksi,” tutupnya.(***)

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT