Warga Mulai Abai Protokol Kesehatan Covid-19, Sekda Luwu Timur Minta Waspada Kluster Baru

Selasa, 30 Juni 2020 | 10:20 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik
  • KABARLUTIM.COM, MALILI – Kasus virus corona atau Covid-19 di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) tergolong masih tinggi.

    Data TGPP Covid-19 Luwu Timur, jumlah kasus positif mencapai 498 orang, sembuh 384 orang dan masih dirawat 114 orang, Selasa (30/6/2020).

    Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Timur, Bahri Suli mengatakan koordinasi dan komunikasi harus lebih intens dilakukan antara semua stakeholder untuk percepatan penanganan corona.

    Hal tersebut juga ditekankan Bahri pada rapat koordinasi wilayah pengendalian Covid-19 terkonsentrasi berupa monitoring dan evaluasi percepatan penanganan corona di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Jumat (26/6/2020).

    Hadir dalam rapat Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, dr April, Kepala BPBD, Muh Zabur, Plt Dinas Kesehatan, dr Rosmini Pandin, Perwakilan Managemen PT Vale Indonesia, Budiawansyah.

    Selain itu, camat empat wilayah yaitu Nuha, Towuti, Wasuponda dan Towuti, serta para kepala Puskesmas se Luwu Timur.

    Menurut Bahri, meskipun jumlah warga yang terjangkit virus corona cukup tinggi.

    “Namun patut disyukuri karena hingga saat ini belum ada warga yang meninggal akibat virus tersebut,” kata Bahri.

    Bahri berharap agar penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan dan semakin disosialisakan di masyarakat.

    Kondisi saat ini kata dia sudah ada sebagian masyarakat yang mulai abai terhadap protokol kesehatan.

    “Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan kluster baru,” katanya.

    Ia berharap agar aparatur sipil negara (ASN) yang harus menjadi pelopor dan menjadi contoh di masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan selalu menjaga jarak.

    “ASN harus jadi contoh dan teladan membiasakan menerapkan protokol kesehatan sehari-hari di masyarakat,” katanya.

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT