Garda Terdepan Lawan Corona, 100 Lebih Tenaga Medis di Luwu Timur Bakal Terima Insentif

Senin, 8 Juni 2020 | 18:04 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik
  • KABARLUTIM.COM,MALILI – Dinas Kesehatan Luwu Timur bakal memberikan Insentif kepada Tenaga Medis di Luwu Timur

    Pemberian Insentif sebagai bentuk apresiasi sebagai garda terdepan dalam menagani pasien Covid-19 di Luwu Timur.

    Hanya saja, pemberian isentif kepada tenaga medis masih dalam proses pengusulan pihak Dinas Kesehatan Luwu Timur.

    Rencananya Dari Usulan itu, hanya 100 lebih tenaga medis yang bakal memperoleh insentif.

    Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Luwu Timur, Andi Tulleng mengatakan, yang masuk usulannya itu dari RSUD I La Galigo dan 10 puskesmas.

    “Kalau secara umum sekitar 100 ji bersama RSUD. Karena jumlah nakes yang diusulkan seiring dengan kasus ODP dan PDP nya,” kata Andi Tulleng  Kepada Wartawan Senin 8 Juni 2020 Kemarin.

    Dikatakan Andi Tuleng, Pengusulan Insentif Tenaga Medis ini sementara dalam proses,” masih dalam proses, karena hari Jumat kemarin kami sudah verifikasi,” imbuhnya.

    Ia menambahkan , Adapun jumlah tenaga medis berstatus PNS di Luwu Timur yaitu 93 dokter, 257 bidan dan 348 perawat. Untuk status tenaga upah jasa, 11 dokter, 211 bidan dan 172 perawat.

    Sekedar informasi, Pemberian insentif tenaga medis juga sudah disampaikan Presiden Joko Widodo.

    Dimana insentif hanya diberikan kepada tenaga medis yang bekerja di wilayah yang sudah menyatakan tanggap darurat.

    Lewat keterangan presiden, besaran insentif bagi masing-masing tenaga medis seperti dokter spesialis Rp 15 juta.

    Dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta, bidan atau perawat Rp 7.5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

    Sebelumnya, Sekretaris Hanura DPRD Luwu Timur, Alpian mengatakan prihatin sejumlah tenaga medis di Luwu Timur dinyatakan positif terjangkit virus corona.

    Ia mendesak pemkab mengupayakan pemberian insentif bagi tenaga medis Luwu Timur yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

    “Tenaga medis kita rawan dan beresiko terpapar. Insentif perlu diberikan kepada tenaga medis,” kata Alpian.

    Sebagai informasi, khusus di RSUD I La Galigo Luwu Timur sebanyak 66 petugasnya dinyatakan positif. Dan baru 45 orang dinyatakan sudah sembuh.(*)

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT