Malam Nuzulul Qur’an, Bupati Luwu Timur Sampaikan Pesan Ini Kepada Warganya

Senin, 11 Mei 2020 | 14:35 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik
  • KABARLUTIM.COM, MALILI – Bupati Luwu Timur, Thorig Husler mengimbau masyarakat memanfaatkan Bulan Ramadhan sebagai sarana ikthiar dan berdoa agar virus corona atau Covid-19 segera berlalu.

    Pesan tersebut juga ditekankan Husler kepada bawahannya pada peringatan malam Nuzulul Quran di Rujab Bupati Luwu Timur pada Sabtu (9/5/2020). Kegiatan juga dihadiri Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

    Berikut pesan Bupati Luwu Timur kepada masyarakat pada peringatan Nuzulul Qur’an diterima Kabarlutim.com, Senin (11/5/2020).

    Saudara-saudara se-iman, tidak terasa Bulan Puasa sudah berada pada masa pertengahan dan kita akan memperingati hari turunnya Al-Qur’an atau Nuzulul Qur’an yang jatuh pada 17 Ramadhan dan bertepatan pada hari Minggu, tanggal 10 Mei 2020.

    Semoga ibadah-ibadah kita dalam Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT dan diganjar dengan berkah Ramadhan yaitu pahala yang berlipat ganda, sebab Bulan Ramadhan tahun ini sangat berbeda dengan bulan Ramadhan sebelumnya, hal itu dikarenakan pandemi COVID-19 yang mewabah sejak awal tahun ini. “Wabah COVID-19 ini merupakan ujian bagi kita dari Allah Subhana Wata’ala.

    Penyebaran virus berbahaya ini sangat mudah menular sehingga Ibadah dan amaliah Ramadhan telah dihimbau untuk lebih banyak dilakukan di rumah sesuai dengan anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah kita.

    Melalui kesempatan ini, saya selaku Bupati Luwu Timur ingin menyampaikan pesan kepada kita semua bahwa kita mesti hadapi wabah corona dengan Ikhtiar, Berdoa dan Tawakkal. Waspada itu baik, namun jangan sampai kekhawatiran berlebih sehingga membuat kita tidak tenang dan tidak nyaman dalam menjalankan ibadah.

    Menghadapi wabah ini, kata Husler, memunculkan kekhawatiran dikalangan umat Islam bahkan bermunculan perbedaan sikap dan pandangan dalam menghadapi wabah ini yang mana semuanya memiliki rujukan di dalam kitab suci Al-Qur’an.

    Memang begitulah seharusnya orang-orang beriman dalam menyikapi persoalan-persoalan yang diperintahkan dalam AL-Quran. Penafsiran yang beragam adalah rahmat bagi kita dan semestinya tidak saling menafikan tetapi bersinergi menjadi sebuah kekuatan dengan tiga unsur yaitu Ikhtiar (usaha), Doa, dan Tawakkal. Mendahulukan usaha, lalu selalu mengharapkan pertolongan dari Allah SWT Dalam Doa dan berserah diri pada ketetapan Allah SWT.

    Saudara-saudara se-iman, dalam bulan Ramadhan ini sekiranya kita memaksimalkan kepedulian kepada sesama sebagaimana yang dijelaskan dalam Surah Al’Maun dengan cara menyantuni anak yatim, memberi makan orang miskin, ikhlas dalam beribadah dan tidak lalai dalam sholat.

    Penerapan ibadah dan amaliah seperti yang dijelaskan dalam surah Al-Maun tersebut, sambungnya, sangatlah dibutuhkan apalagi dalam kondisi wabah corona ini, banyak warga, kerabat dan sahabat kita yang kehilangan pekerjaan. Tanggung jawab kita semua untuk menyantuni mereka.

    Semoga amal Ibadah Kita diterima dan dilipatgandakan oleh Allah Subhana Wata-ala. Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh“.

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT