Fraksi Hanura Sebut Pendapatan Daerah Luwu Timur Lamban, DKPD Dinilai Kurang Serius Wujudkan Target

Selasa, 14 April 2020 | 17:28 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik
  • KABARLUTIM.COM,MALILI – Menindak lanjuti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban tahun anggaran 2019 , fraksi Hanura DPRD Luwu Timur menyebut pendapatan daerah masih lamban dan Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DKPD) dinilai tidak serius mewujudkan target pendapatan yang telah ditetapkan.

    Hal itu diungkapkan anggota Fraksi Hanura, Alpian Alwi, dirapat paripurna pemandangan umum terhadap laporan keterangan dan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2019, diruang sidang paripurna DPRD Luwu Timur, Senin, (12/4).

    “Dengan mencermati postur Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban LKPJ tahun anggaran 2019, tergambar bahwa dari sisi pendapatan Pemerintah Daerah dinilai masih lamban dan kurang akselerasi,” kata Alpian.

    Bahkan Fraksi Hanura menilai Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) melalui bidang Pendapatan terkesan kurang serius dalam mewujudkan target pendapatan yang telah ditetapkan.

    Sebelumnya, Pemerintah Daerah Luwu Timur bersama DPRD telah melakukan persetujuan bersama dalam rangka Pembentukan Badan Pendapatan Daerah untuk mengefektifkan pelayanan pemerintahan diberbagai sector dengan harapan agar pendapatan daerah semakin meningkat dari yang biasanya.

    “Untuk mewujudkan itu, Fraksi Hanura mendesak Bupati agar segera menindaklanjuti Perda Kabupaten Luwu Timur Nomor 8 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah untuk diundangkan dalam Lembaran Daerah agar mempunyai kekuatan mengikat,” jelas Alpian.

    Sebelumnya diketahui, Bupati Luwu Timur telah melakukan penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban tahun anggaran 2019, hal tersebut dinilai Fraksi Hanura bahwa pendapatan daerah lamban dan DKPD terkesan tidak serius mewujudkan target sebagaimana dibeberapa poin dibawah.

    Yaitu,  Pendapatan dengan Target sebesar Rp1.576.504.544.799,42
    •Realisasi sebesar Rp1.513.976.802.499,03. Belanja dengan Target sebesar Rp1.609.008.544.799,42 , Realisasi Sebesar Rp1.520.299.657.280,13

    Pembiayaan yang Dianggarkan Sebesar Rp47.504.000.000 (Empat Puluh Tujuh Milyar, Lima Ratus Empat Juta Rupiah)

    •Realisasi Sebesar Rp47.504.937.949,70 (Empat Puluh Tujuh Milyar, Lima Ratus Empat Juta, Sembilan Ratus Tiga Puluh Tujuh Ribu, Sembilan Ratus Empat Puluh Sembilan, Tujuh Puluh Rupiah).(*)

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT