Ibu 5 Anak PDP Covid-19 di Luwu Timur Meninggal, Suaminya Sebut Istrinya Sakit hypokalemia

Jumat, 3 April 2020 | 07:14 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik
  • KABARLUTIM.COM,MALILI- Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Luwu Timur meninggal dunia, Kamis (02/04/2020) malam.

    Pasien tersebut meninggal dunia di RS Awal Bros PT Vale sekitar Pukul 21.30 WITA.

    Kadis Kesehatan Lutim, dr Rosmini Pandin saat dikonfirmasi membenarkan satu warga Luwu Timur Status PDP meninggal dunia. “iye ,Sesuai diagnosa dari dokternya, dia PDP corona,” ungkap Rosmini

    Menurutnya, belum diketahui apakah pasien ini positif atau negatif virus corona atau covid-19.

    “Kita masih menunggu hasil tes swab pasien,” terangnya.

    Ditanya proses pemakamanya, kata dr Rosmini, harus sesuai protokol dan hari ini dikebumikan.

    Diketahui almarhumah bernama Dita Perdana (34), ibu 5 anak itu diketahui memiliki riwayat penyakit kekurangan kalium akut / hypokalemia.

    Itu disampaikan Suami Alamarhuma Ambhunk Latief kepada palopo Pos jumat 3 April 2020

    Ambhunk Latief membenarkan istrinya dinyatakan pihak Dokter berstatus pasien PDP Corona.

    Meski begitu, ia meminta Warga tidak panik dengan status Alamarhuma sebagai PDP, ia Meluruskan Buat para Netizen dan Masyarakat Luwu Timur bahwa istrinya meninggal murni karna riwayat penyakit yang dideritanya.

    Iapun menceritakan dan menglarifikasi terkait isu yang berkembang tentang istrinya , Ambhunk menjelaskan bahwa istrinya sudah lama di rawat dimakassar dengan riwayat penyakitnya.

    “Sudah lama sejak tanggal 13 november 2019 lalu, istri saya di rujuk ke makassar karna sakitnya ( kekurangan kalium akut / hypokalemia ) sejak itu istri saya tetap menetap di makassar,”katanya

    Kemudian, tanggal 27 maret 2020 ia menelpon minta di jemput karna sudah ngin pulang ke sorowako.

    “Hari itu minta di jemput, sambil menangis dan katanya untuk yang terakhir kalinya kau lihat saya”

    sebenarnya watu itu saya tidak mau jemput karna alasan kalau org di larang kemana mana tapi almarhuma tetap bermohon untuk di jemput.

    “Di tanggal 31 maret itu tiba di sorowako degan kondisi sehat dan di nyatakan ODP karna datang dari makassar (zona merah terkait wabah Covid-19.”kenangya

    Selanjutnya, Tanggal 01 april siang mengeluh karna sakitnya yang lama kambu akhirya dibawa ke Puskesmas nuha dan kemudian di rujuk ke RS Awal Bros PT.Vale dan status jadi PDP.

    Hari kamis 02 april almarhuma dinyatakan meninggal dunia, hasil rapid test yang dilakukan pihak RS hasilnya negatif dan tetap menunggu hasil swapx 5-10 hari ke depan.

    “Selamat jalan sayang, smoga amal ibadahmu d trima sisinya…nddak ada lg pggilan sayangmu d saat sy hrus menggendongmu jika ingin k kamar mandi, saat kau ingin minum, saat kau ingin makan d saat kau melawan sakitmu”kenang Ambhunk Latief.(*)

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT