Husler Canangkan Desa Bahari Sebagai Kampung Siaga Bencana

Sabtu, 14 Desember 2019 | 16:27 WITA
KabarLutim.com | Luwu Timur dalam Satu Klik
  • KABARLUTIM.COM,MALILI–Disambut dengan Tarian Enden Tua, Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler, bersama Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, H. Imran Jausi, membuka langsung pencanganan Kampung Siaga Bencana Desa Bahari Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur, Kamis (12/12/2019).

    Kegiatan kampung siaga bencana tahun 2019 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya dan resiko bencana. Selain itu, juga untuk membentuk jejaring siaga bencana berbasis masyarakat dan memperkuat interaksi sosial anggota masyarakat dan juga untuk mengorganisasikan masyarakat yang terlatih bencana.

    Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Rahman Soleh mengatakan, kegiatan kampung siaga bencana tahun 2019 ini merupakan KSB yang ke-14 di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yang di mulai pada tanggal 10 sampai dengan 12 Desember 2019 yang dilaksanakan di Desa Bahari Kecamatan Wotu.

    “Kegiatan ini diikuti 410 orang yang terdiri dari 100 peserta penyuluhan, 60 orang peserta latihan dan 250 orang peserta simulasi serta anggota Tagana Kabupaten/Kota meliputi Kabupaten Luwu Utara, Luwu, Palopo, Maros, Jeneponto, Enrekang, Wajo, Sinjai, yang totalnya berjumlah 115 orang,” katanya.

    Rangkaian kegiatan pada pencanangan kampung siaga bencana tahun 2019 ini terdiri dari pra KSB, penyuluhan/Sosialisasi, latihan dan simulasi penanggulangan bencana, serta kegiatan bakti sosial di Kecamatan Wotu.

    Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler mengatakan bahwa, secara geografis Luwu Timur masuk zona merah daerah rawan bencana di Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan Kampung Siaga Bencana ini untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat agar tanggap terhadap berbagai bencana.

    “Kegiatan ini dapat menjadi wujud nyata perhatian Pemerintah dalam penanggulangan bencana dan juga menjadi salah satu langkah Pemerintah dalam mewujudkan menajemen bencana yaitu melakukan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana,” jelasnya.

    Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga mengatakan, kesiapsiagaan warga masyarakat dalam menghadapi bencana harus terus ditumbuh kembangkan melalui sosialisasi dan latihan-latihan secara berkala sebagai modal dasar dan kemampuan untuk menghadapi dampak bencana sejak dini sebelum datang bantuan dari luar.

    Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan berupa bantuan logistik dan peralatan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp. 66.507.078, bantuan logistik kepada forum KSB Desa Bahari sebesar Rp. 35.857.718, bantuan tahap IV program keluarga harapan sebesar Rp. 4.778.0000.000, penyerahan tali asih kepada Anggota Tagana sebesar Rp. 51.000.000, dan bantuan logistik kepada korban kebakaran Desa Bonepute Kecamatan Burau dan korban kebakaran Desa Ledu-Ledu Kecamatan Wasuponda. (hms/ikp/kominfo )

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT